ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

D.  ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

1.    Figura bahasa ( figurative language )

2.     Kata-kata yang ambiquitas

3.    Kata-kata berjiwa

4.     Kata-kata yang konotatif

5.     Pengulangan

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan llmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

1.    Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.

2.     Puisi dan keinsyafan /kesadaran individual.

3.     Puisi dan keinsyafan sosial

  • penderitaan atas ketidak adilan
  • perjuangan  untuk kekuasaan
  • konflik dengan sesamanya
  • pemberontakan  terhadap hukum Tuhan

“Padamu jua” misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan hati Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seorang gadis jawa direngut dan diputuskan oleh ayahnya. yang akan menjodohkan puteranya dengan gadis pilihan  ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.

PADAMU JUA

habis kikis

segala cintaku hilang terbang pulang kembali akan padamu seperti dulu

kaulah kandil kemerlap

pelita jendela dimalam gelap melambai pulang perlahan sabar, setia selalu

satu kekasihku

aku manusia rindu rasa

rindu rupa dimana engkau rupa tiada

suara sayup

hanya kata merangkai hati

engkau cemburu engkau ganas

mangsa aku dalam cakarmu

bertukar  tangkap  dengan lepas

nanar aku, gila sasar

sayang berulang padamu jua engkau pelik menarik angin serupa dara dibalik tirai

Kasihmu sunyi menunggu seorang diri

lalu waktu-bukan giliranku matahari bukan kawanku….

Puisi  merupakan  sesuatu  yang  hidup  dalam  alam metafisis,  suatu  impian  yang berkepribadian sehingga sukar dihayati isinya.  Walaupun demikian bila puisi dibaca dengan baik setidaknya akan dapat membantu pembaca dalam menafsirkan maknanya.

Nama : Sekar Ageng Pratiwi (1IA01)

NPM    : 5641164

Halaman Lanjutan :

  1. Rahmi Diana ( Sub-Bab A )
  2. Ostivani Zahra ( Sub-Bab B )
  3. Novie Kamalia ( Sub-Bab C )

Sumber:

  1. Universitas Gunadarma
  2. Elearning Center
  3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

2 Komentar (+add yours?)

  1. Ichi
    Apr 26, 2012 @ 13:13:51

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: