ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

ILMU SOSIAL DASAR DALAM  BIDANG ANTROPOLOGI

BAB I

PENDAHULUAN
I.            LATAR BELAKANG
Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran, pemberianpengetahuan, keterampilan dan sikap melalui pikiran, karakter serta kapasitas fisik denganmenggunakan pranata pranata agar tujuan yang ingin dicapai dapat dipenuhi. Pendidikandapat diperoleh melalui lembaga formal dan informal. Penyampaian kebudayaan melaluilembaga informal tersebut dilakukan melalui enkulturasi semenjak kecil di dalam lingkungankeluarganya. Dalam masyarakat yang sangat kompleks, terspesialisasi dan berubah cepat,pendidikan memiliki fungsi yang sangat besar dalam memahami kebudayaan sebagai satukeseluruhan.Dengan makin cepatnya perubahan kebudayaan, maka makin banyak diperlukanwaktu untuk memahami kebudayaannya sendiri. Hal ini membuat kebudayaan di masadepan tidak dapat diramalkan secara pasti, sehingga dalam mempelajari kebudayaan barudiperlukan metode baru untuk mempelajarinya. Dalam hal ini pendidik dan antropologharus saling bekerja sama, dimana keduanya sama-sama memiliki peran yang penting dansaling berhubungan. Pendidikan bersifat konservatif yang bertujuan mengekalkan hasil-hasilprestasi kebudayaan, yang dilakukan oleh pemuda-pemudi sehinga dapat menyesuaikan diripada kejadian-kejadian yang dapat diantisipasikan di dalam dan diluar kebudayaan sertamerintis jalan untuk melakukan perubahan terhadap kebudayaan.
II.            RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian dan ruang lingkup antropologi?
  2. Apa tujuan dan kegunaan antropologi?
  3. Bagaimana hubungan antropologi dengan ilmu sosial lainnya?
  4. Bagaimana konsep antropologi?
I.            TUJUAN
  1. Mengetahui pengertian dan ruang lingkup antropologi.
  2. Mengetahui tujuan dan kegunaan antropologi.
  3. Mengetahui hubungan antropologi dengan ilmu sosial lainnya.
  4. Mengetahui konsep- konsep antropologi.
II.            SISTEMATIKA PENULISAN
Bab I terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan juga sistematikapenulisan yang terdapat pada makalah ini.
Bab II terdiri dari isi yang membahas mengenai permasalahan yang ada padarumusan masalah, yaitu mengenai antropologi.
Bab III merupakan bab penutup dimana hanya terdapat kesimpulan dari apa yangdibahas pada makalah ini.
 BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI
Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia,dam logos berarti ilmu. Dengan demikian secara harfiah anthropologi berarti ilmu tentangmanusia. Secara umum anthropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertianatau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik,masyarakat, dan kebudayaannya.Secara khusus, ilmu anthropologi terbagi ke dalam lima sub ilmu yangmempelajari :
  1. Masalah asal dan perkembangan manusia atau evolusinya secara biologis
  2. Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia
  3. Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaanmanusia
  4. Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan diseluruh dunia
  5. Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan kebudayaan manusia dari anekaragam suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.
Koentjaraningrat (1981:224) membuat bagan pembagian dalam ilmu antropoloisebagai berikut :
Antropologi dibagi 2 yaitu :
                    I.            Antropologi fisik
Antrologi fisik dibagi menjadi
a.       Paleontropologi
b.      Antropologi biologis
                  II.           Antropolgi budaya
Antropologi budaya dibagi menjadi
a.       Antropologi prehistori
b.      Etnolinguistik
c.       Etnologi
Etnologi dibagi menjadi
1.       Etnologi secara khusus
2.       Antropologi social
  1. Antropologi fisik
Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacakperkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalamberbagai jenis (spesies). Contoh : Para antropolog umumnya memiliki anggapan bahwanenek moyang manusia adalah sejenis kera dan monyet, karena memiliki kemiripan-kemiripan tertentu.
  • Paleoantropologi
Merupakan ilmu tentang asal-usul atau soal terjadinya evolusi makhluk hidupmanusia dengan mempergunakan bahan penelitian melalui sisa-sisa tubuh yang telahmembatu, atau fosil-fosil manusia dari zaman ke zaman yang tersimpan dalam lapisanbumi dan didapat dengan berbagai penggalian.b.
  • Antropologi Biologis
Merupakan bagian ilmu antropolgi yang mempelajari suatu pengertian tentengsejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia jika dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik lahir (fenotipik), seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indekstengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi badan dan bentuk tubuhmaupun sifat bagian dalam (genotipik), seperti golongan darah dan sebagainya.Manusia dimuka bumi ini terdapat beberapa golongan berdasarkan persamaanmengenai beberapa ciri tubuh.  Pengelompokkan seperti itu dalam ilmu antropologi disebut ras
2. Antropologi Budaya
Antropologi udaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusiaataupun cara hidupnya dalam masyarakat.
Menurut Haviland (1999:12) cabang antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni antropologi prehistori, etnolinguistik, dan etnologi. Untuk memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang  hakikat kebudayaan, menyangkut konsepkebudayaan, dan karakteristiknya; bahasa dan komunikasi, menyangkut hakikatbahasa dan bahasa dalam kerangka kebudayaan; serta kebudayaan dan kepribadian.
Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktiksocial,bbentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakandan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia (Burke, 2000:193)
  •  Antropologi prehistori
Merupakan ilmu tentang perkembangan dan penyebaran semua kebudayaanmanusia sejak sebelum manusia mengenal tulisan atau huruf. Dalam ilmu sejarah,seluruh waktu dari perkembangan kebudayaan umat manusia mulai saat terjadinyammakhluk manusia, yaitu kira-kira 800.000 tahun yang lalu hingga sekarang, dibagimenjadi dua bagian yakni masa sebelum mengenal tulisan atau huruf, dan masasetelah manusia mengenal tulisan atau huruf. Subilmu prehistori ini sering disebutilmu arkeologi. Di sini ilmu arkeologi sebenarnya adalah sejarah kebudayaan darizaman prehistori
A.
  •        Etnolinguistik atau Antropologi Linguistik
      Suatu ilmu yang berkaitan dengan ilmu antropologi dengan berbagai metodeanalisis kebudayaan yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tatabahasa dari beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat dimuka bumi ini. Dari bahan ini telah berkembang ke berbagai macam metode analisiskebudayaan, serta berbagai metode untuk menganalisis dan mencatat bahasa-bahasayang tidak mengenal tulisan. Semua bahan dan metode tersebut sekarang telahterolah, juga ilmu linguistic umum. Walaupun demikian, ilmu etnolinguistik diberbagai pusat ilmiah di dunia masih tetap berkaitan erat dengan ilmu antropologi,bahkan merupakan bagian dari ilmu antropologi.
  •        Etnologi
      Merupakan bagian ilmu antropologi tentang asas-asas manusia, mempelajarikebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentuyang tersebar di muka bumi pada masa sekarang.
ORIENTASI
1.       Ahli antropologi budaya dalam mendekati suatu masalah berdasarkan padapandangan yang berbeda- beda. Sikap seorang ahli antropologi budaya terhadapmasalah tersebut berorientasikan pada suatu mashab/aliran tertentu. Orientasiteoritis telah berkembang sejak timbul antropologi budaya sebagai disiplin ilmuotonom dengan mengikuti urutan sejarah perkembangannya.
2.       Mashab atau aliran antropologi budaya yang dapat dijelaskan.
a.       Aliran Evolusi Predeterminasi
1.       Kebudayaan setiap masyarakat umumnya berkembang menurut cara yangtelah tertentu sifatnya dan dengan perkembangan yang seragam.
2.       Kebudayaan manusia berkembang dari yang sederhana sampai menjadikompleks dengan melewati 3 tahapan utama evolusi yaitu tahap liar (savagery)tahap biadab (babrarism)dan tahap peradaban (civilization)
b.      Aliran Khususan Sejarah
1.       Terlalu premature untuk memformulasi hukum universal menguasai semuakebudayaan manusia sedunia.
2.       Kebudayaan manusia sangat kompleks keragamannya.
c.       Aliran Difusi
1.       Kebanyakan dari aspek kebudayaan dikembangkan di Mesir dan kemudianmenyebar ke seluruh dunia melalui kontak orang luar dengan orang Mesir.
2.       Ciri khas kebudayaan yang terdapat dalam suatu wilayah kebudayaan (culturearea) bersumber dari suatu pusat kebudayaan.
d.      Aliran Fungsionalisme
1.       Semua unsur kebudayaan berkembang untuk memuaskan kebutuhan individu
2.       Fungsi dari unsur kebudayaan adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar yangkemudian memunculkan kebutuhan sekunder.
e.       Aliran Fungsionalisme Struktural
1.       Semua unsur kebudayaan berkembang untuk mempertahankan struktur sosialmasyarakat
2.       Fungsi struktur sosial masyarakat adalah seluruh jaringan dari hubunganhubungan sosial.
f.        Aliran Pendekatan Psikologis
1.       Ahli antropologi budaya tertarik pada penelitian tentang hubungan antarakebudayaan dengan kepribadian. Focus studinya mengenai pengalaman masakanak- kanak mempengaruhi perilaku masa dewasa.
2.       Kebiasaaan mengasuh anak merupakan aspek kebudayaan yang penting.Lingkungan kebudayaan kanak- kanak merupakan masa pembentukankepribadian masa dewasa yang khas dalam suatu masyarakat.
3.       Jika pada masa kanak- kanak cenderung menjalani latihan yang sama oleh parawarga masyarakat, maka orang dewasa pada masyarakat itu memiliki unsure kepribadian yang sama.
4.       Ciri kepribadian yang berbeda- beda pada suatu bangsa di dunia bersumberpada cara pengasuhan pada masa kanak- kanaknya.
5.       Faktor determinan dari pola pengasuhan anak menjadi penyebab beberapapola kebudayaan.
g.       Aliran Evolusi Baru
1.       Perkembangan kebudayaan didorong oleh kadar energy yang tersedia baik,tingkat pertambahan maupun cara penggunaannya.
2.       Penguasaan suatu teknologi yang lebih maju memberi manusia energy yanglebih banyak untuk menghasilkan perkembangan dan perubahan kebudayaanmanusia.
h.      Aliran Strukturalisme
1.       Kebudayaan manusia merupakan perwujudan lahiriyah (surface representation)dari pikiran manusia
2.       Kebudayaan merupakan cara berpikir manusia memandang hal yang ada di duniasekitarnya dan cara mereka menggolongkan hal itu
i.        Aliran Ethnoscience
1.       Pada umumnya manusia berperilaku menurut aturan yang disadari atau takdisadari telah diserapnya.
2.       Pengungkapan aturan yang mendasari perilaku kebudayaan untuk menjelaskan halyang dilakukan oleh manusia dan alasan mengapa ia berperilaku demikian.
j.        Aliran Ekologi
1.       Variasi aspek kebudayaan dipengaruhi atau dibatasi oleh adaptasi masyarakatterhadap lingkungannya.
2.       Lingkungan fisik dan sosial berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan.
B.     TUJUAN DAN KEGUNAAN ANTROPOLOGI
      Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metodeilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentang manusia danperilakunya. Kedua bidang besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
      Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organism biologis yangtekanannya pada upaya melacak evolusi perkembangan manusia dan mempelajari variasi-variasi biologis dalam species manusia. Sedangkan antropologi budaya berusahamempelajari manusia berdasarkan kebudayaannya. Dimana kebudayaan dapat merupakanperaturan-peraturan atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
      Di antara ilmu-ilmu social, dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan,manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat.
      Selain itu, antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif, palingtidak mendekati objektif da sistematis. Seorang ahli antropologis dituntut harus mampumenggunakan metode-metode yang mungkin juga digunakan oleh para ilmuwan laindengan mengembangkan hipotesis atau penjelasan yang dianggap benar, menggunakandata lain untuk mengujinya, dan akhirnya menemukan suatu teori, yaitu suatu systemhipotesis yang telah teruji. Sedangkan data yang digunakan ahli antropologi dapat berupadata dari sutu masyarakat atau studi komparatif di antara sejumlah besar masyarakat.
C.     HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU- ILMU SOSIAL LAINNYA
1.       HubunganAntropologi dengan Sosiologi
      Objek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia terutama dari sudut hubunganantar manusia dan proses- proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.Dalam antropologi budaya mempelajari gambaran tentang perilaku manusia dan kontekssosial budayanya.
2.      HubunganAntropologi dengan Psikologi
      Psikologi pada hakikatnya mempelajari perilaku manusia dan proses- prosesmentalnya. Psikologi pun membahas faktor- faktor penyebab perilaku manusia secara internal, seperti motivasi, minat, sikap, konsep diri dan lain- lain. Sedangkan dalamantropologi khususnya antropologi budaya lebih bersifat faktor eksternal yaitu lingkunganfisik, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial dalam arti luas. Kedua unsur itu salungberinterkai satu sama lain yang menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses belajar.Denagn demikian keduanya memerlukan interaksi yang intens untuk memahami pola- polabudaya masyarakat terntentu secara bijak.
3.       HubunganAntropologi dengan Ilmu Sejarah
      Lebih menyerupai hubungan ilmu arkeologi dengan antropologi. Antropologimemberi bahan prehistori sebagai pangkal bagi tiap penulis sejarah dari tiap bangsa didunia. Selain itu banyak persoalan dalam historiografi dari sejarah suatu bangsa dapatdipecahkan dengan metode antropologi. Konsep- konsep tentang kehdupan masyarakatyang dikembangkan oleh antropologi dan ilmu- ilmu sosial lainnya akan memberi pengertianbanyak kepada seorang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang dari peristiwa politikdalam sejarah yang menjadi objek penelitiannya. Demikian juga sebaliknya bagi para ahliantropologi jelas memerlukan sejarah terutama sekali sejarah dari suku- suku bangsa dalamdaerah yang didatanginya.
4.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Geografi
      Diantara berbagai macam bentuk hidup di bumi yang berupa flora dan fauna itu,terdapat sefatnya yang beraneka ragam di muka bumi ini. Disinilah antropologi berusahamenyalami keanekaragaman manusia jika dilihat dari ras, etnis maupun budayanya.Begitupun sebaliknya seorang sarjana antropologi sangat memerlukan ilmu geografi karenatidak sedikit masalah- masalah manusia baik fisik maupun kebudayaannya tidak lepas daripengaruh lingkungan alamnya.
5.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Ekonomi
      Kekuatan, proses dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitaskehidupan ekonominya sangat dipengaruhi system kemasyarakatan, cara berpikir pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat. Seorang ahli ekonomi yang akanmembangun perekonomiannya itu tentu akan memerlukan bahan komparatif mengenaimisalnya sikap terhadap kerja, sikap terhadap kekayaan, system gotong royong dansebagainya yang menyangkut bahan komparatif tentang berbagai unsur dari systemkemasyarakatan. Untuk pengumpulan keterangan komparatif tersebut ilmu antropolgimemiliki manfaat yang tinggi bagi seorang ekonom.
6.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Politik
      Penting halnya jika seorang ahli ilmu politik harus meneliti ataupun menganalisiskekuatan- kekuatan politik di Negara- Negara yang sedang berkembang agar dapatmemahami latar belakang dan adat istiadat dari suatu suku bangsa tertentu maka metodeanalisis antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politik untuk mendapatpengertian tentang tingkah laku dari partai politik yang ditelitinya.
A.     KONSEP-KONSEP ANTROPOLOGI
a.       Kebudayaan
      Secara umum pengertian kebudayaan mengacu kepada kumpulan pengetahuanyang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
      Makna itu, kontrasdengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk kepada bagian-bagiantertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian.
b.      Evolusi
      Konsep evolusi mengacu pada sebuah transformasi yang berlangsung secarabertahap. Dalam pandangan antrpolog, istilah evolusi merupakan gagasan bahwa bentuk-bentuk kehidupan berkembang dari suatu bentuk, ke bentuk lain melalui mata rantaitransformasi dan modifikasi yang tak pernah putus, pada umumnya diterima sebagai awallandasan berpikir mereka.
c.       Daerah budaya (Culture area)
      Suatu daerah kebudayaan pada mulanya berkaitan dengan pertumbuhankebudayaan yang menyebabkan timbulnya unsur-unsur baru yang akan mendesak unsurlama ke arah pinggir, sekeliling daerah pusat pertumbuhan tersebut. Oleh karena itu, jikapeneliti ingin memperoleh unsure budaya kuno, maka tempat untuk mendapatkannyaadalah daerah-daerah pinggir yang dikenal dengan maginal survival.
d.      Enkulturasi
      Konsep enkulturasi, memiliki hakikat bahwa setiap orang sejak kecil sampai tuamelakukan proses pembelajaran kebudayaan, mengingat manusia sebagai makhluk yangdianugerhi kemampan untuk berpikir, dn bernalar sangat memungkinkan untuk setiapwaktu meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya.
e.      Difusi
      Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas, sehingga melewatibatas tempat dimana kebudayaan itu timbul. Dalam proses difusi ini erat kaitannya dengankonsep inovasi.
f.        Aklturasi
      Akulturasi adalah proses pertukaran ataupun saling mempengaruhi dari sutukebudayaan asing yang berbeda sifatnya sehingga nsur-unsur asing tersebut, lambat laundiakomodasikan dan diintregasikan ke dalam kebudayaan itu sendiri, tanpa kehilangankepribadiannya.
g.       Etnosentrisme
      Etnosentrisme yaitu, pemikiran yang enganap bahwa kebudayaan dirinya adalahsuperior(Lebih baik dan lebih segalanya) daripada semua budaya yang lain. Etnosentrismemerupakan penghambat ketiga dalam keterampilan komunikasi intercultural setelahkecemasan dan pengumpamaan persamaan sebagai perbedaan
h.      Tradisi
      Tradisi adalah suatu pola perilaku atau kepercayaan yang telah menjadi bagiandari suatu budaya yang telah lama dikenal segingga menjadi adat istiadat dan kepercayaansecara turun temurun.
i.        Ras dan etnik
      Ras adalah sekelompok orang yang memiliki sejumlah ciri biologi(fisik) tertentu atau suatu populasi yang memiliki suatu persamaan dalam sejumlah unsurbiologi atau fisik ras yang disebabkan oleh faktor hereditas atau keturunan. Sedangkankajian etnik lebih menekankan sebagai klompok sosial bagain dari ras yang memiliki ciri-ciribudaya yang sifatnya unik.
j.        Stereotik
      Istilah yng berasal dari bahasa Yunani yaitu stereos yang berarti solid dan tuposyang berarti citra atau kesan. Suatu stereotik mulanya adalah sesuatu rencana cetakan yangbegitu terbentuk sulit diubah. Lippman (1922) mengemukakan bahwa stereotik merupakanfungsi penting dari penyederhanaan kognitif yang berguna untuk mengelola realitasekonomi dimana tanpa penyederhanaan maka realitas tersebut menjadi sangat kompleks
k.       Kekerabatan
      Istilah kekerabatan merupakan konsep inti dalam antropologi. Konsepkekerabatan tersebut merujuk kepada tipologi klasifikasi kerabat menurut pendudukberdasarkan aturan aturan keturunan dan aturan perkawinan. Radcliffe-Brownberpandangan bahwa system kekerabatan yang lebih luas dibangun dibangun diatas
      pondasi keluarga namun bila keluarga secara universal bersifat bilateral-ikatan ibu danayah- kebanyakan masyarakat lebih menyukai satu sisi dalam keluarga untuk tujuan- tujuanpublic sebab fungsi utama keturunan adalah untuk meregulasi transmisi dan kepemilikandan hak masyarakat dari generasi ke generasi.
l.        Magis
      Merupakan ilmu pseudo dan slaah satu khayalan yang paling merusak yangpernah menggerogoti manusia. Magis juga merupakan penerapan yang salah pada duniamateriil dari hukum pikiran dengan maksud untuk mendukung system palsu dari hukumalam.
m.    Tabu
      Istilah tabu berasal dari polinesia yang berarti terlarang. Secara spesifik apa yangdikatakan terlarang adalah persentuhan antara hal- hal duniawi dengan hal yang keramat,termasuk yang suci dan yang cemar (mayat)
n.      Perkawinan
      Secara umum konsep perkawinan tersebut mengacu pada proses formalpemaduan hubungan dua individu yang berbeda jenis yang dilakukan secara ceremonialsimbolis dan makin dikarakterisasi oleh adanya kesederajatan, kerukunan dan kebersamaandalam memulai hidup baru dalam hidup berpasangan
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
      Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia,dam logos berarti ilmu. Dengan demikian secara harfiah anthropologi berarti ilmu tentangmanusia. Secara umum anthropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertianatau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik,masyarakat, dan kebudayaannya.Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metodeilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentang manusia danperilakunya. Kedua bidang besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
      Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organism biologis yangtekanannya pada upaya melacak evolusi perkembangan manusia dan mempelajari variasi-variasi biologis dalam species manusia. Sedangkan antropologi budaya berusahamempelajari manusia berdasarkan kebudayaannya. Dimana kebudayaan dapat merupakanperaturan-peraturan atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Di antara ilmu-ilmu social, dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan,manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat, konsep antropologi dan hubungannyadengan ilmu lain.
 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://pengantar-sosiologi.blogspot.com/2009/04/bab-4-metode-sosiologi.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
  3. http://ichijiri.ngeblogs.com/2011/11/03/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang-sosiologi/
  4. http://arie-pnj.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_11.html
  5. http://www.scribd.com/doc/48735759/PENGERTIAN-DAN-RUANG-LINGKUP-ANTROPOLOGI
  6. http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-ids-dalam-bidang.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: