ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

D.  ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/ unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/ estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

1.    Figura bahasa ( figurative language )

2.     Kata-kata yang ambiquitas

3.    Kata-kata berjiwa

4.     Kata-kata yang konotatif

5.     Pengulangan

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan llmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

1.    Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.

2.     Puisi dan keinsyafan /kesadaran individual.

3.     Puisi dan keinsyafan sosial

  • penderitaan atas ketidak adilan
  • perjuangan  untuk kekuasaan
  • konflik dengan sesamanya
  • pemberontakan  terhadap hukum Tuhan

“Padamu jua” misalnya mengungkapkan pandangan hidup ketuhanan dan ratapan hati Amir Hamzah yang hancur luluh karena tali cintanya yang telah begitu mesra dengan seorang gadis jawa direngut dan diputuskan oleh ayahnya. yang akan menjodohkan puteranya dengan gadis pilihan  ayahnya yang masih terbilang kemenakannya sendiri.

PADAMU JUA

habis kikis

segala cintaku hilang terbang pulang kembali akan padamu seperti dulu

kaulah kandil kemerlap

pelita jendela dimalam gelap melambai pulang perlahan sabar, setia selalu

satu kekasihku

aku manusia rindu rasa

rindu rupa dimana engkau rupa tiada

suara sayup

hanya kata merangkai hati

engkau cemburu engkau ganas

mangsa aku dalam cakarmu

bertukar  tangkap  dengan lepas

nanar aku, gila sasar

sayang berulang padamu jua engkau pelik menarik angin serupa dara dibalik tirai

Kasihmu sunyi menunggu seorang diri

lalu waktu-bukan giliranku matahari bukan kawanku….

Puisi  merupakan  sesuatu  yang  hidup  dalam  alam metafisis,  suatu  impian  yang berkepribadian sehingga sukar dihayati isinya.  Walaupun demikian bila puisi dibaca dengan baik setidaknya akan dapat membantu pembaca dalam menafsirkan maknanya.

Nama : Sekar Ageng Pratiwi (1IA01)

NPM    : 5641164

Halaman Lanjutan :

  1. Rahmi Diana ( Sub-Bab A )
  2. Ostivani Zahra ( Sub-Bab B )
  3. Novie Kamalia ( Sub-Bab C )

Sumber:

  1. Universitas Gunadarma
  2. Elearning Center
  3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Tutorial ASP.Net

Assalamualaikum Wr. Wb.

Oh iya izinkan saya untuk membuat sebuah tutorial tentang memulai belajar ASP.Net, walaupun saya sendiri masih awan di ASP.Net, dan perlu banyak belajar.
Kutipan dari MVP ASP.Net disebuah seminar.

Kalian sudah tahu PHP ?? Bersyukurlah jika kalian belum mengetahuinya, karena konsepnya bener2 berbeda, bagi kalian yang sudah mengetahui PHP akan sulit memulainya karena pola pikir yang berbeda.

Mungkin kutipan diatas ada benarnya, karena memang secara konsep ASP.Net dengan PHP itu sangat berbeda. Tapi bukan berarti yang sudah tahu PHP lantas tidak mungkin bisa ASP.Net, buktinya, oom Irzan2010, Om PB,mbah, trail, kamar, VBerror13, Flacky, agoes, sesepuh disini juga bisa semua bahasa ??  

Saya ingin berbagi tentang bagaimana MEMULAI belajar ASP.NET.. Karena jujur sebelum saya belajar ASP.Net atau Bahkan VB.Net sekalipun saya belajar di PHP dulu lho  
Jadi ketika belajar ASP.Net seperti ada hal beda karena secara dimanjakan oleh tools yang bener2 lengkap Visual Studio  .. namun hal yang memanjakan ini kadang akan membuat lupa si Pembelajar Hakikat sebenarnya  (* Sory kebanyakan ini pendapat aku ).

Karena Menurut aku : Hakikat sebenarnya dari ASP.Net adalah membuat aplikasi “WEB Base”, yang namanya web Base jalan di browser dan membutuhkan Web Server sama seperti PHP yang membutuhkan Apache sebagai Web Servernya. ASP.Net pun begitu dia membutuhkan IIS untuk menjalankan aplikasi berbasis ASP.Net

ASP.Net bukan bahasa pemograman layaknya php, namun kebanyakan kita menyebut ASP.Net adalah bahasa  ini salah kaprah oom.. Yang betul ASP.Net adalah Technology, bahasa yang digunakan untuk mensupport ASP.Net adalah VB.Net atau C#.Net

Mohon dikoreksi takut salah ..

Jadi temen2 bisa menilai sekarang yang masih menyebut ASP.Net sebagai bahasa berarti dia masih ??   masih apa hayo ?? 

[BBT]
Untuk memulai ASP.Net bisa dimulai dengan Menginstall Web Servernya terlebih dahulu Yaitu IIS, bagi yang sudah menggunakan Windows 7, akan mudah karena tidak membutuhkan CD Installernya lagi untuk menginstal IIS. jadi yang menggunakan Windows 7 silahkan ikuti tutorial dibawah untuk menginstall IIS..
1. Start > Control Panel > Programs and Features -> Turn Windows feature on or off maka akan muncul gambar seperti dibawah dan silahkan centang Internet Information Service (IIS)

 

Image

2. Lalu OK maka akan dilakukan proses penginstallan.. tunggu sampai selesai.
3. Start -> ketikan IIS maka akan muncul Internet Information Service (IIS) Manager, bukan ?? Silahkan buka dengan cara double klick
4. Catatan :

Jika anda sudah mengistall web server Apache (Xampp/Wamp) maka hal ini akan menjadi Bertubrukan, kenapa ?? karena port yang dipakai sama antara Apache dan IIS Yaitu 21 sehingga ketika kita memanggil localhost di Browser akan ??   Siapa yang menang ?? apakah IIS yang menang atau Apache yang menang ??  Menurutku yang menang yang duluan install  jadi solusinya kita harus mensetting PORT yang berbeda antara dua server itu. 
Ini yang saya lakukan :
1. Membiarkan apache pada PORT 21 sehingga hanya mengetikan http://localhost/ saja di browser
2. Mengganti PORT IIS menjadi 9090 sehingga ini untuk membukanya http://localhost:9090/ (* tadinya mau 8080) tapi kayaknya akan dipakai oleh apache tomcat  

[OOT] ada peribahasa orang SETIA mengatakan :

Jika Kamu Suka IIS lupakan Apache,  

Karena saya bukan tipe orang yang SETIA maka saya menjalankan dua-dua nya di komputer yang sama jadi Ketika lagi pengen ke IIS ya tinggal Telp. 127.0.0.1:9090, kalau lagi ngebosenin ya tinggal telepon si Apache 127.0.0.1 dan kalau dua2nya ngebosenin kadang telp no ini : 127.0.0.1:8080 < si Tomcat    

[BBT]
cara untuk merubah port IIS menjadi 9090 adalah sebagai berikut :
1. Buka IIS manager nya
2. Lihatlah maka akan ada Default Website yang biasanya ROOTnya ada di C:\inetpub
3. Klick default website tersebut lalau lihat kesebelah kanan agak atas,, ada menu Binding bukan ?? Lihat gambar berikut :

Image

4. Klick Binding dan ganti port 21 menjadi 9090 lihat gambar berikut :

Image

5. Silahkan restart service IIS nya dengan cara Klick Tombol Restart di agak bawah tombol binding tadi
6. Silahkan ketikan alamat ini di Browser kesayangan anda : http://localhot:9090/ atau http://127.0.0.1:9090/ maka akan muncul gambar IIS sesuai dengan Versinya bukan ?? 

Image

7. Pemberitahuan IIS sudah jalan dan kalau temen2 pengen Tahu IIS itu nama BIBI ane  dijadiin Merek sama Mikocok.. 

Ritual untuk memulai ASP.NET
Nah mari kita membuat ritual untuk memulai ASP.Net yaitu Hello Word  sbb :
1. Yang sudah terbiasa dengan PHP, cung ?? dan ingin mencoba ASP.Net ??
2. Yang sudah terbiasa dengan Macromedia (Adobe) Dreamwapper, Cung ??
3. Nah silahkan mau apapun text editor yang dipakai syah2 saja om  dan saya mencoba pake Notepad saja lah untuk memulainya , dan saya akan coba memulai layaknya memulai belajar PHP yaitu dengan Notepad alias manual tidak pake Tools yang memanjakan (Takut akhirnya menyesatkan ) 

Ya.. silahkan ketikan kode berikut di Text Editor masing-masing:

CODE: SELECT ALL

<%@ Page Language=”C#”%>
<script runat=”server”>
private void Page_Load(object sender, EventArgs e)
{
   lblHallo.Text = “Hello Word”;
}
</script>
<html>
<head>
<title>Hallo</title>
</head>
<body>
<h1>Selamat datang</h1>
<h1><asp:Label ID=”lblHallo” runat=”server” ForeColor=”Red”></asp:Label></h1>
</body>
</html>

Jika sudah buat sebuah Folder di C:\inetpub\wwwroot\ misal bernama Hello dan simpan dengan Extensi ASPX oce ?? dan silahkan jalankanhttp://127.0.0.1:9090/hello/hello.aspx Yuhu apa yang terjadi 
Nah apa yang terjadi ?? 

outputnya sebagai berikut :

 

Image

Sedikit penjelasan saya menggunakan bahasa C#.Net diatas maka tag Ini perlu untuk mendefinisikan bahasa apa yang dipakai 

CODE: SELECT ALL

<%@ Page Language=”C#”%>

Biar si .Net framework tahu mana yang akan dipakai jika Temen2 ingin memakai VB.Net tinggal ganti saja begini :

CODE: SELECT ALL

<%@ Page Language=”VB”%>

dan codinglah dengan VB.Net untuk di Code Behindnya 

nah cukup sekian tutorial dari saya,, walaupun agak sedikt banyak mengoceh,,  Mohon dikoreksi Kawan2, ane masih newbie.. Akhir kata mudah2han bermanfaat bagi yang mau memulai Belajar ASP.Net dan bingung memulainya dari mana karena di Mulai dari Visual Studio mungkin sedikit kehilangan arah karena dimanjakan dan akhirnya karena pondasinya belum kuat jadi bingung deh..  (* setidaknya ini yang ane rasain ) < setiap orang beda2 lho 

Sedikit Quote

Di Visual Studio dikenal dengan Istilah IIS virtual dimana dia dijalankan ketika Visual Studionya di Running (F5) dengan Penunjukan Port yang acak disetiap kali Running, Jadi IIS yang di Visual Studio berbeda dengan IIS yang tadi di Istall ya.. oke ?? kok gak tubrukan ?? kataya beda ??  karena portnya Beda Brow alias diacak oleh Visual Studio Coba Saja,, kalau benar aku layak dapat Kopi  

Sekian 

 Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

REFERENSI :

http://www.i-bego.com/post36119.html

 

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG EKONOMI DAN POLITIK

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG EKONOMI DAN POLITIK

 

A.     Definisi ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

 

B.     Lingkup Ilmu Ekonomi
     
1.      Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat   keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.

2.      Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.
C.     Pembagian Ilmu Ekonomi (Alferd W. Stonier dan Douglas C. Hague)

1.      Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).
Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik)
yang tertentu, artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.

2.      Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan sebab akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
3.      Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).
Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan
oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.

D.     Metode Ekonomi
1.      Positive economics
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
2.      Normative economics
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun yang disebut dengan politik ekonomi (political economics), salah satu cabangnya ekonomi kelembagaan. Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?

Memecahkan Masalah Ekonomi :

1.      Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2.      Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3.      Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.
Persamaan Ilmu Ekonomi Dengan Ilmu Sosial Adalah :
Memiliki objek formal yang sama. Objek yang diamati/dipelajari oleh semua ilmu sosial adalah manusia dan perilakunya. Melalui pembelajaran ilmu sosial, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berlaku pada mata pelajaran ekonomi.
Perbedaan Ilmu Ekonomi Dengan Ilmu Sosial Adalah :
Memiliki objek material yang berbeda. Objek material/inti permasalahan Ilmu ekonomi berupa kelangkaan, yaitu bagaimana manusia melakukan tindakan pemilihan atas berbagai keterbatasan dalam sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas baik dalam hal produksi ataupun konsumsi.
Ilmu ekonomi berkembang sudah sejak lama. Boleh dikatakan sejak 1776 ketika Adam Smith menulis buku berjudul The Wealth of Nations. Perkembangan ilmu ekonomi berlanjut tidak hanya sebagai ilmu yang kualitatif tapi juga kuantitatif, terbukti dengan terdapatnya cabang dari ilmu ekonomi yaitu ekonometrika.
A.     DEFINISI ILMU POLITIK
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisa sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset
B.     Karakteristik Atau Kajian Utama Ilmu Politik, Yakni:
1.      Legalisme (legalism) :
Yang mengkaji aspek hukum, yaitu peranan pemerintah pusat dalam mengatur hukum.
2.      Strukturalisme :
Yakni berfokus pada perangkat kelembagaan utama atau menekankan pentingnya keberadaan struktur dan struktur itu pun dapat menentukan perilaku seseorang.
3.      Holistik (holism) :
Yang menekankan pada kajian sistem yang menyeluruh atau holistik alih-alih dalam memeriksa  lembaga yang “bersifat” individu seperti legislatif.
5.      Sejarah atau historicism :
Yang menekankan pada analisisnya dalam aspek sejarah seperti kehidupan sosial-ekonomi dan kebudayaan.
6.      Analisis normatif atau normative analysis :
Yang menekankan analisisnya dalam aspek yang normatif sehingga akan terfokus pada penciptaan good government.
C.     KONSEP EKONOMI POLITIK              
Banyak orang yang selama ini salah memahami ekonomi politik, seolah-olah ekonomi politik itu sama dengan politik ekonomi. Bahkan cenderung dalam pendefinisian ekonomi politik diartikan secara kata perkata atau digunakan untuk menganalisa dua bidang kajian yaitu ekonomi dan politik. Padahal analisa ekonomi politik bukanlah analisa yang mendikotomikan antara ekonomi dan politik karena keduanya tidak bisa dipertemukan. Wilayah kajian ekonomi dan politik terpisah jauh sehingga sulit untuk menyatukan dua bidang tersebut. Menurut Erani perbedaan terpenting dari pendekatan ekonomi politik dan ekonomi murni adalah dalam pandangannya tentang struktur kekuasaan yang ada dalam masyarakat.
Ekonomi politik percaya bahwa struktur kekuasaan akan mempengaruhi pencapaian ekonomi, sebaliknya ekonomi murni menganggap struktur kekuasaan didalam masyarakat adalah given. Merujuk dari apa yang dipaparkan oleh Erani maka dapat di simpulkan bahwa ekonomi poitik memiliki cara pandang yang berbeda dengan ekonomi murni. Karena itu menurut Caporaso ketika ilmu politik dan ilmu ekonomi disatukan secara konseptual, maka ekonomi politik tidak dapat lagi dipandang sebagai hubungan antara dua jenis telaah yang berbeda.
Karena itu secara umum kajian ekonomi politik adalah mengaitkan seluruh penyelenggaraan politik , baik yang menyangkut aspek, proses maupun kelembagaan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang di introdusir oleh pemerintah. Karena itu harus dipahami bahwa pendekatan ini meletakan bidang politik subordinat terhadap ekonomi, artinya bahwa instrument-instrumen ekonomi seperti mekanisme pasar, harga dan investasi dianalisa dengan mempergunakan setting politik dimana kebijakan atau peristiwa ekonomi tersebut terjadi. Sejalan dengan Erani, Rachbini menegaskan bahwa yang dipelajari dalam ilmu ekonomi politik adalah bagaimana sistem kekuasaan dan pemerintahan dipakai sebagai instrument atau alat untuk mengatur kehidupan sosial atau sistem ekonomi.
Proses ekonomi dengan pendekatan seting politik ini tidak bisa dilakukan dengan pendekatan politik maupun pendekatan ekonomi. Fokus dari studi ekonomi politik adalah fenomena-fenomena ekonomi secara umum, yang bergulir serta dikaji menjadi lebih spesifik, yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.. Pendekatan ekonomi politik yang lebih komprehensif ini justeru menjadi daya tarik tersendiri bagi ilmu ekonomi politik. Bahkan banyak pakar yang menganggap pendekatan ekonomi politik lebih baik, terutama dalam menganalisa peristiwa dan fenomena yang tinggi kadar campuran ekonomi dan politiknya.
D.   PENDEKATAN PERILAKU DAN PILIHAN RASIONAL
Salah satu pemikiran pokok dalam pendekatan perilaku ialah bahwa tidak ada gunanya membahas lembaga-lembaga formal karena pembahasan seperti itu tidak banyak memberikan informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Sementara itu, inti “pilihan rasional” ialah bahwa individusebagai aktor terpenting dalam dunia politik dan sebagai makhluk yangrasional selalu mempunyai tujuan-tujuan yang mencerminkan apa yang dianggapnya kepentingan diri sendiri. Kedua pendekatan ini (perilaku dan pilihan rasional), memiliki fokus utama yang sama yakni individu ataumanusia. Meskipun begitu, penekanan kedua pendekatan ini tetaplah berbeda satu sama lainnya.
Adapun aspek yang ditekankan dalam pendekatan ini adalah:
  • Menekankan pada teori dan metodologi. Dalam mengembangkan studi ilmu politik, teori berguna untuk menjelaskan berbagai fenomena dari keberagaman di dalam masyarakat.
  • Menolak pendekatan normatif. Kaum behavioralis menolak hal-hal normatif yang dikaji dalam pendekatan institusionalisme karena pendekatan normatif dalam upaya menciptakan “pemerintahan yang baik” itu bersifat bias.
  • Menekankan pada analisis individual. Kaum behavioralis menganalisis letak atau pengaturan aktor politik secara individual karena fokus analisisnya memang tertuju pada analisis perilaku individu.
  • Masukan (inputism) yang memperhatikan masukan dalam sistem politik (teori sistem oleh David Easton, 1953) atau tidak hanya ditekankan pada strukturnya saja seperti dalam pendekatan institusionalisme.
E.    PENDEKATAN KELEMBAGAAN BARU
Pendekatan kelembagaan baru atau the new institutionalism lebih merupakan suatu visi yang meliputi beberapa pendekatan lain, bahkan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain seperti ekonomi dan sosiologi.Berbeda dengan institusionalisme lama yang memandang institusi negara sebagai suatu hal yang statis dan terstruktur, pendekatan kelembagaan baru memandang negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah suatu tujuan tertentu. Kelembagaan baru sebenarnya dipicu oleh pendekatan behavioralis atau perilaku yang melihat politik dan kebijakan publik sebagai hasil dari perilaku kelompok besar atau massa, dan pemerintah sebagai institusi yang hanya mencerminkan kegiatan massa itu.  Bentuk dan sifat dari institusi ditentukan oleh aktor beserta juga dengan segala pilihannya.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_politik
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi
http://sekargustiantoro.ngeblogs.com/2011/11/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang-ekonomi-dan-politik/
http://gammaz77.blogspot.com/2010/02/pengertian-ilmu-ekonomi.html
http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-isd-dalam-bidang.html

ILMU SOSIAL DASAR DALAM BIDANG ANTROPOLOGI

ILMU SOSIAL DASAR DALAM  BIDANG ANTROPOLOGI

BAB I

PENDAHULUAN
I.            LATAR BELAKANG
Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran, pemberianpengetahuan, keterampilan dan sikap melalui pikiran, karakter serta kapasitas fisik denganmenggunakan pranata pranata agar tujuan yang ingin dicapai dapat dipenuhi. Pendidikandapat diperoleh melalui lembaga formal dan informal. Penyampaian kebudayaan melaluilembaga informal tersebut dilakukan melalui enkulturasi semenjak kecil di dalam lingkungankeluarganya. Dalam masyarakat yang sangat kompleks, terspesialisasi dan berubah cepat,pendidikan memiliki fungsi yang sangat besar dalam memahami kebudayaan sebagai satukeseluruhan.Dengan makin cepatnya perubahan kebudayaan, maka makin banyak diperlukanwaktu untuk memahami kebudayaannya sendiri. Hal ini membuat kebudayaan di masadepan tidak dapat diramalkan secara pasti, sehingga dalam mempelajari kebudayaan barudiperlukan metode baru untuk mempelajarinya. Dalam hal ini pendidik dan antropologharus saling bekerja sama, dimana keduanya sama-sama memiliki peran yang penting dansaling berhubungan. Pendidikan bersifat konservatif yang bertujuan mengekalkan hasil-hasilprestasi kebudayaan, yang dilakukan oleh pemuda-pemudi sehinga dapat menyesuaikan diripada kejadian-kejadian yang dapat diantisipasikan di dalam dan diluar kebudayaan sertamerintis jalan untuk melakukan perubahan terhadap kebudayaan.
II.            RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian dan ruang lingkup antropologi?
  2. Apa tujuan dan kegunaan antropologi?
  3. Bagaimana hubungan antropologi dengan ilmu sosial lainnya?
  4. Bagaimana konsep antropologi?
I.            TUJUAN
  1. Mengetahui pengertian dan ruang lingkup antropologi.
  2. Mengetahui tujuan dan kegunaan antropologi.
  3. Mengetahui hubungan antropologi dengan ilmu sosial lainnya.
  4. Mengetahui konsep- konsep antropologi.
II.            SISTEMATIKA PENULISAN
Bab I terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan juga sistematikapenulisan yang terdapat pada makalah ini.
Bab II terdiri dari isi yang membahas mengenai permasalahan yang ada padarumusan masalah, yaitu mengenai antropologi.
Bab III merupakan bab penutup dimana hanya terdapat kesimpulan dari apa yangdibahas pada makalah ini.
 BAB II
PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI
Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia,dam logos berarti ilmu. Dengan demikian secara harfiah anthropologi berarti ilmu tentangmanusia. Secara umum anthropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertianatau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik,masyarakat, dan kebudayaannya.Secara khusus, ilmu anthropologi terbagi ke dalam lima sub ilmu yangmempelajari :
  1. Masalah asal dan perkembangan manusia atau evolusinya secara biologis
  2. Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia
  3. Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaanmanusia
  4. Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan diseluruh dunia
  5. Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan kebudayaan manusia dari anekaragam suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.
Koentjaraningrat (1981:224) membuat bagan pembagian dalam ilmu antropoloisebagai berikut :
Antropologi dibagi 2 yaitu :
                    I.            Antropologi fisik
Antrologi fisik dibagi menjadi
a.       Paleontropologi
b.      Antropologi biologis
                  II.           Antropolgi budaya
Antropologi budaya dibagi menjadi
a.       Antropologi prehistori
b.      Etnolinguistik
c.       Etnologi
Etnologi dibagi menjadi
1.       Etnologi secara khusus
2.       Antropologi social
  1. Antropologi fisik
Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacakperkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalamberbagai jenis (spesies). Contoh : Para antropolog umumnya memiliki anggapan bahwanenek moyang manusia adalah sejenis kera dan monyet, karena memiliki kemiripan-kemiripan tertentu.
  • Paleoantropologi
Merupakan ilmu tentang asal-usul atau soal terjadinya evolusi makhluk hidupmanusia dengan mempergunakan bahan penelitian melalui sisa-sisa tubuh yang telahmembatu, atau fosil-fosil manusia dari zaman ke zaman yang tersimpan dalam lapisanbumi dan didapat dengan berbagai penggalian.b.
  • Antropologi Biologis
Merupakan bagian ilmu antropolgi yang mempelajari suatu pengertian tentengsejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia jika dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik lahir (fenotipik), seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indekstengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi badan dan bentuk tubuhmaupun sifat bagian dalam (genotipik), seperti golongan darah dan sebagainya.Manusia dimuka bumi ini terdapat beberapa golongan berdasarkan persamaanmengenai beberapa ciri tubuh.  Pengelompokkan seperti itu dalam ilmu antropologi disebut ras
2. Antropologi Budaya
Antropologi udaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusiaataupun cara hidupnya dalam masyarakat.
Menurut Haviland (1999:12) cabang antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni antropologi prehistori, etnolinguistik, dan etnologi. Untuk memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang  hakikat kebudayaan, menyangkut konsepkebudayaan, dan karakteristiknya; bahasa dan komunikasi, menyangkut hakikatbahasa dan bahasa dalam kerangka kebudayaan; serta kebudayaan dan kepribadian.
Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktiksocial,bbentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakandan diuji sebelum digunakan oleh masyarakat manusia (Burke, 2000:193)
  •  Antropologi prehistori
Merupakan ilmu tentang perkembangan dan penyebaran semua kebudayaanmanusia sejak sebelum manusia mengenal tulisan atau huruf. Dalam ilmu sejarah,seluruh waktu dari perkembangan kebudayaan umat manusia mulai saat terjadinyammakhluk manusia, yaitu kira-kira 800.000 tahun yang lalu hingga sekarang, dibagimenjadi dua bagian yakni masa sebelum mengenal tulisan atau huruf, dan masasetelah manusia mengenal tulisan atau huruf. Subilmu prehistori ini sering disebutilmu arkeologi. Di sini ilmu arkeologi sebenarnya adalah sejarah kebudayaan darizaman prehistori
A.
  •        Etnolinguistik atau Antropologi Linguistik
      Suatu ilmu yang berkaitan dengan ilmu antropologi dengan berbagai metodeanalisis kebudayaan yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tatabahasa dari beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat dimuka bumi ini. Dari bahan ini telah berkembang ke berbagai macam metode analisiskebudayaan, serta berbagai metode untuk menganalisis dan mencatat bahasa-bahasayang tidak mengenal tulisan. Semua bahan dan metode tersebut sekarang telahterolah, juga ilmu linguistic umum. Walaupun demikian, ilmu etnolinguistik diberbagai pusat ilmiah di dunia masih tetap berkaitan erat dengan ilmu antropologi,bahkan merupakan bagian dari ilmu antropologi.
  •        Etnologi
      Merupakan bagian ilmu antropologi tentang asas-asas manusia, mempelajarikebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentuyang tersebar di muka bumi pada masa sekarang.
ORIENTASI
1.       Ahli antropologi budaya dalam mendekati suatu masalah berdasarkan padapandangan yang berbeda- beda. Sikap seorang ahli antropologi budaya terhadapmasalah tersebut berorientasikan pada suatu mashab/aliran tertentu. Orientasiteoritis telah berkembang sejak timbul antropologi budaya sebagai disiplin ilmuotonom dengan mengikuti urutan sejarah perkembangannya.
2.       Mashab atau aliran antropologi budaya yang dapat dijelaskan.
a.       Aliran Evolusi Predeterminasi
1.       Kebudayaan setiap masyarakat umumnya berkembang menurut cara yangtelah tertentu sifatnya dan dengan perkembangan yang seragam.
2.       Kebudayaan manusia berkembang dari yang sederhana sampai menjadikompleks dengan melewati 3 tahapan utama evolusi yaitu tahap liar (savagery)tahap biadab (babrarism)dan tahap peradaban (civilization)
b.      Aliran Khususan Sejarah
1.       Terlalu premature untuk memformulasi hukum universal menguasai semuakebudayaan manusia sedunia.
2.       Kebudayaan manusia sangat kompleks keragamannya.
c.       Aliran Difusi
1.       Kebanyakan dari aspek kebudayaan dikembangkan di Mesir dan kemudianmenyebar ke seluruh dunia melalui kontak orang luar dengan orang Mesir.
2.       Ciri khas kebudayaan yang terdapat dalam suatu wilayah kebudayaan (culturearea) bersumber dari suatu pusat kebudayaan.
d.      Aliran Fungsionalisme
1.       Semua unsur kebudayaan berkembang untuk memuaskan kebutuhan individu
2.       Fungsi dari unsur kebudayaan adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar yangkemudian memunculkan kebutuhan sekunder.
e.       Aliran Fungsionalisme Struktural
1.       Semua unsur kebudayaan berkembang untuk mempertahankan struktur sosialmasyarakat
2.       Fungsi struktur sosial masyarakat adalah seluruh jaringan dari hubunganhubungan sosial.
f.        Aliran Pendekatan Psikologis
1.       Ahli antropologi budaya tertarik pada penelitian tentang hubungan antarakebudayaan dengan kepribadian. Focus studinya mengenai pengalaman masakanak- kanak mempengaruhi perilaku masa dewasa.
2.       Kebiasaaan mengasuh anak merupakan aspek kebudayaan yang penting.Lingkungan kebudayaan kanak- kanak merupakan masa pembentukankepribadian masa dewasa yang khas dalam suatu masyarakat.
3.       Jika pada masa kanak- kanak cenderung menjalani latihan yang sama oleh parawarga masyarakat, maka orang dewasa pada masyarakat itu memiliki unsure kepribadian yang sama.
4.       Ciri kepribadian yang berbeda- beda pada suatu bangsa di dunia bersumberpada cara pengasuhan pada masa kanak- kanaknya.
5.       Faktor determinan dari pola pengasuhan anak menjadi penyebab beberapapola kebudayaan.
g.       Aliran Evolusi Baru
1.       Perkembangan kebudayaan didorong oleh kadar energy yang tersedia baik,tingkat pertambahan maupun cara penggunaannya.
2.       Penguasaan suatu teknologi yang lebih maju memberi manusia energy yanglebih banyak untuk menghasilkan perkembangan dan perubahan kebudayaanmanusia.
h.      Aliran Strukturalisme
1.       Kebudayaan manusia merupakan perwujudan lahiriyah (surface representation)dari pikiran manusia
2.       Kebudayaan merupakan cara berpikir manusia memandang hal yang ada di duniasekitarnya dan cara mereka menggolongkan hal itu
i.        Aliran Ethnoscience
1.       Pada umumnya manusia berperilaku menurut aturan yang disadari atau takdisadari telah diserapnya.
2.       Pengungkapan aturan yang mendasari perilaku kebudayaan untuk menjelaskan halyang dilakukan oleh manusia dan alasan mengapa ia berperilaku demikian.
j.        Aliran Ekologi
1.       Variasi aspek kebudayaan dipengaruhi atau dibatasi oleh adaptasi masyarakatterhadap lingkungannya.
2.       Lingkungan fisik dan sosial berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan.
B.     TUJUAN DAN KEGUNAAN ANTROPOLOGI
      Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metodeilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentang manusia danperilakunya. Kedua bidang besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
      Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organism biologis yangtekanannya pada upaya melacak evolusi perkembangan manusia dan mempelajari variasi-variasi biologis dalam species manusia. Sedangkan antropologi budaya berusahamempelajari manusia berdasarkan kebudayaannya. Dimana kebudayaan dapat merupakanperaturan-peraturan atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
      Di antara ilmu-ilmu social, dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan,manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat.
      Selain itu, antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif, palingtidak mendekati objektif da sistematis. Seorang ahli antropologis dituntut harus mampumenggunakan metode-metode yang mungkin juga digunakan oleh para ilmuwan laindengan mengembangkan hipotesis atau penjelasan yang dianggap benar, menggunakandata lain untuk mengujinya, dan akhirnya menemukan suatu teori, yaitu suatu systemhipotesis yang telah teruji. Sedangkan data yang digunakan ahli antropologi dapat berupadata dari sutu masyarakat atau studi komparatif di antara sejumlah besar masyarakat.
C.     HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU- ILMU SOSIAL LAINNYA
1.       HubunganAntropologi dengan Sosiologi
      Objek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia terutama dari sudut hubunganantar manusia dan proses- proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.Dalam antropologi budaya mempelajari gambaran tentang perilaku manusia dan kontekssosial budayanya.
2.      HubunganAntropologi dengan Psikologi
      Psikologi pada hakikatnya mempelajari perilaku manusia dan proses- prosesmentalnya. Psikologi pun membahas faktor- faktor penyebab perilaku manusia secara internal, seperti motivasi, minat, sikap, konsep diri dan lain- lain. Sedangkan dalamantropologi khususnya antropologi budaya lebih bersifat faktor eksternal yaitu lingkunganfisik, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial dalam arti luas. Kedua unsur itu salungberinterkai satu sama lain yang menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses belajar.Denagn demikian keduanya memerlukan interaksi yang intens untuk memahami pola- polabudaya masyarakat terntentu secara bijak.
3.       HubunganAntropologi dengan Ilmu Sejarah
      Lebih menyerupai hubungan ilmu arkeologi dengan antropologi. Antropologimemberi bahan prehistori sebagai pangkal bagi tiap penulis sejarah dari tiap bangsa didunia. Selain itu banyak persoalan dalam historiografi dari sejarah suatu bangsa dapatdipecahkan dengan metode antropologi. Konsep- konsep tentang kehdupan masyarakatyang dikembangkan oleh antropologi dan ilmu- ilmu sosial lainnya akan memberi pengertianbanyak kepada seorang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang dari peristiwa politikdalam sejarah yang menjadi objek penelitiannya. Demikian juga sebaliknya bagi para ahliantropologi jelas memerlukan sejarah terutama sekali sejarah dari suku- suku bangsa dalamdaerah yang didatanginya.
4.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Geografi
      Diantara berbagai macam bentuk hidup di bumi yang berupa flora dan fauna itu,terdapat sefatnya yang beraneka ragam di muka bumi ini. Disinilah antropologi berusahamenyalami keanekaragaman manusia jika dilihat dari ras, etnis maupun budayanya.Begitupun sebaliknya seorang sarjana antropologi sangat memerlukan ilmu geografi karenatidak sedikit masalah- masalah manusia baik fisik maupun kebudayaannya tidak lepas daripengaruh lingkungan alamnya.
5.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Ekonomi
      Kekuatan, proses dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitaskehidupan ekonominya sangat dipengaruhi system kemasyarakatan, cara berpikir pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat. Seorang ahli ekonomi yang akanmembangun perekonomiannya itu tentu akan memerlukan bahan komparatif mengenaimisalnya sikap terhadap kerja, sikap terhadap kekayaan, system gotong royong dansebagainya yang menyangkut bahan komparatif tentang berbagai unsur dari systemkemasyarakatan. Untuk pengumpulan keterangan komparatif tersebut ilmu antropolgimemiliki manfaat yang tinggi bagi seorang ekonom.
6.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu Politik
      Penting halnya jika seorang ahli ilmu politik harus meneliti ataupun menganalisiskekuatan- kekuatan politik di Negara- Negara yang sedang berkembang agar dapatmemahami latar belakang dan adat istiadat dari suatu suku bangsa tertentu maka metodeanalisis antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politik untuk mendapatpengertian tentang tingkah laku dari partai politik yang ditelitinya.
A.     KONSEP-KONSEP ANTROPOLOGI
a.       Kebudayaan
      Secara umum pengertian kebudayaan mengacu kepada kumpulan pengetahuanyang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
      Makna itu, kontrasdengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk kepada bagian-bagiantertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian.
b.      Evolusi
      Konsep evolusi mengacu pada sebuah transformasi yang berlangsung secarabertahap. Dalam pandangan antrpolog, istilah evolusi merupakan gagasan bahwa bentuk-bentuk kehidupan berkembang dari suatu bentuk, ke bentuk lain melalui mata rantaitransformasi dan modifikasi yang tak pernah putus, pada umumnya diterima sebagai awallandasan berpikir mereka.
c.       Daerah budaya (Culture area)
      Suatu daerah kebudayaan pada mulanya berkaitan dengan pertumbuhankebudayaan yang menyebabkan timbulnya unsur-unsur baru yang akan mendesak unsurlama ke arah pinggir, sekeliling daerah pusat pertumbuhan tersebut. Oleh karena itu, jikapeneliti ingin memperoleh unsure budaya kuno, maka tempat untuk mendapatkannyaadalah daerah-daerah pinggir yang dikenal dengan maginal survival.
d.      Enkulturasi
      Konsep enkulturasi, memiliki hakikat bahwa setiap orang sejak kecil sampai tuamelakukan proses pembelajaran kebudayaan, mengingat manusia sebagai makhluk yangdianugerhi kemampan untuk berpikir, dn bernalar sangat memungkinkan untuk setiapwaktu meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya.
e.      Difusi
      Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan secara meluas, sehingga melewatibatas tempat dimana kebudayaan itu timbul. Dalam proses difusi ini erat kaitannya dengankonsep inovasi.
f.        Aklturasi
      Akulturasi adalah proses pertukaran ataupun saling mempengaruhi dari sutukebudayaan asing yang berbeda sifatnya sehingga nsur-unsur asing tersebut, lambat laundiakomodasikan dan diintregasikan ke dalam kebudayaan itu sendiri, tanpa kehilangankepribadiannya.
g.       Etnosentrisme
      Etnosentrisme yaitu, pemikiran yang enganap bahwa kebudayaan dirinya adalahsuperior(Lebih baik dan lebih segalanya) daripada semua budaya yang lain. Etnosentrismemerupakan penghambat ketiga dalam keterampilan komunikasi intercultural setelahkecemasan dan pengumpamaan persamaan sebagai perbedaan
h.      Tradisi
      Tradisi adalah suatu pola perilaku atau kepercayaan yang telah menjadi bagiandari suatu budaya yang telah lama dikenal segingga menjadi adat istiadat dan kepercayaansecara turun temurun.
i.        Ras dan etnik
      Ras adalah sekelompok orang yang memiliki sejumlah ciri biologi(fisik) tertentu atau suatu populasi yang memiliki suatu persamaan dalam sejumlah unsurbiologi atau fisik ras yang disebabkan oleh faktor hereditas atau keturunan. Sedangkankajian etnik lebih menekankan sebagai klompok sosial bagain dari ras yang memiliki ciri-ciribudaya yang sifatnya unik.
j.        Stereotik
      Istilah yng berasal dari bahasa Yunani yaitu stereos yang berarti solid dan tuposyang berarti citra atau kesan. Suatu stereotik mulanya adalah sesuatu rencana cetakan yangbegitu terbentuk sulit diubah. Lippman (1922) mengemukakan bahwa stereotik merupakanfungsi penting dari penyederhanaan kognitif yang berguna untuk mengelola realitasekonomi dimana tanpa penyederhanaan maka realitas tersebut menjadi sangat kompleks
k.       Kekerabatan
      Istilah kekerabatan merupakan konsep inti dalam antropologi. Konsepkekerabatan tersebut merujuk kepada tipologi klasifikasi kerabat menurut pendudukberdasarkan aturan aturan keturunan dan aturan perkawinan. Radcliffe-Brownberpandangan bahwa system kekerabatan yang lebih luas dibangun dibangun diatas
      pondasi keluarga namun bila keluarga secara universal bersifat bilateral-ikatan ibu danayah- kebanyakan masyarakat lebih menyukai satu sisi dalam keluarga untuk tujuan- tujuanpublic sebab fungsi utama keturunan adalah untuk meregulasi transmisi dan kepemilikandan hak masyarakat dari generasi ke generasi.
l.        Magis
      Merupakan ilmu pseudo dan slaah satu khayalan yang paling merusak yangpernah menggerogoti manusia. Magis juga merupakan penerapan yang salah pada duniamateriil dari hukum pikiran dengan maksud untuk mendukung system palsu dari hukumalam.
m.    Tabu
      Istilah tabu berasal dari polinesia yang berarti terlarang. Secara spesifik apa yangdikatakan terlarang adalah persentuhan antara hal- hal duniawi dengan hal yang keramat,termasuk yang suci dan yang cemar (mayat)
n.      Perkawinan
      Secara umum konsep perkawinan tersebut mengacu pada proses formalpemaduan hubungan dua individu yang berbeda jenis yang dilakukan secara ceremonialsimbolis dan makin dikarakterisasi oleh adanya kesederajatan, kerukunan dan kebersamaandalam memulai hidup baru dalam hidup berpasangan
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
      Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia,dam logos berarti ilmu. Dengan demikian secara harfiah anthropologi berarti ilmu tentangmanusia. Secara umum anthropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertianatau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna bentuk fisik,masyarakat, dan kebudayaannya.Sebagai ilmu tentang umat manusia, antropologi melalui pendekatan dan metodeilmiah berusaha menyusun sejumlah generalisasi yang bermakna tentang manusia danperilakunya. Kedua bidang besar dari antropologi adalah antropologi fisik dan budaya.
      Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organism biologis yangtekanannya pada upaya melacak evolusi perkembangan manusia dan mempelajari variasi-variasi biologis dalam species manusia. Sedangkan antropologi budaya berusahamempelajari manusia berdasarkan kebudayaannya. Dimana kebudayaan dapat merupakanperaturan-peraturan atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.Di antara ilmu-ilmu social, dan alamiah, antropologi memiliki kedudukan, tujuan,manfaat yang unik karena bertujuan dan bermanfaat dalam merumuskan penjelasan-penjelasan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada studi atas semua aspek biologismanusia dan perilakunya di semua masyarakat, konsep antropologi dan hubungannyadengan ilmu lain.
 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://pengantar-sosiologi.blogspot.com/2009/04/bab-4-metode-sosiologi.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
  3. http://ichijiri.ngeblogs.com/2011/11/03/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang-sosiologi/
  4. http://arie-pnj.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang_11.html
  5. http://www.scribd.com/doc/48735759/PENGERTIAN-DAN-RUANG-LINGKUP-ANTROPOLOGI
  6. http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/ilmu-sosial-dasar-ids-dalam-bidang.html

Ilmu Sosial Dasar Dalam Bidang Sosiologi

BAB I

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Sosiologi ditinjau dari sifatnya digolongkan sebagai ilmu pengetahuan murni (pure science) bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science). Sosiologi dimaksudkan untuk memberikan kompetensi kepada peserta didik dalam memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai pada terciptanya integrasi sosial. Sosiologi mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu, sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode, sosiologi adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dalam kedudukannya sebagai sebuah disiplin ilmu sosial yang sudah relatif lama berkembang di lingkungan akademika, secara teoritis sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah-masalah sosial-politik dan budaya yang berkembang di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang ada. Melihat masa depan masyarakat kita, sosiologi dituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang di dalamnya mencakup demokratisasi, desentralisasi dan otonomi, penegakan HAM, good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), emansipasi, kerukunan hidup bermasyarakat, dan masyarakat yang demokratis.
Pembelajaran sosiologi dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan pemahaman fenomena kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran mencakup konsep-konsep dasar, pendekatan, metode, dan teknik analisis dalam pengkajian berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui dalam kehidupan nyata di masyarakat.

 

B.        Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Sosiologi meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

A.     Konsep dasar sosiologi
B.     Karakteristik Sosiologi
C.     Kegunaan sosiologi dan peran sosiologi

D.    Metode Sosiologi
E.     Konsep-Konsep Dasar tentang Realitas Sosial Budaya
F.      Hubugan antara Berbagai Konsep Realitras Sosial Budaya

C.       Tujuan

 

           Sosiologi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.     Memahami konsep-konsep sosiologi seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, pranata sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai dengan terciptanya integrasi sosial
2.      Memahami berbagai peran sosial dalam kehidupan bermasyarakat
3.     Menumbuhkan sikap, kesadaran dan kepedulian sosial serta saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat yang multikultural
4.  Melangsungkan komunikasi sosial untuk mencapai kemandirian dalam keterampilan hidup di masyarakat.
D.        Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam makalah ini, yaitu metode deskripsi analisi. Metode tersebut merupakan metode yang memberikan gambaran objektif serta membahasnya secara lengkap yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari website.

E.        Sistematika Penulisan

Adapun penulisan yang akan di pakai penulis untuk memberikan gambaran yang jelas maka penulisan di susun menjadi 3 bab, sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan , metode penulisan dan sistematika penulisan yang diambil penulis dalam penulisan makalah.
BAB II PEMBAHASAN
Membahas mengenali Ilmu Sosial Dasar. dalam bidang sosiologi
BAB III PENUTUP
Menguraikan ksesimpulan dan saran
BAB 2
PEMBAHASAN
A.      Konsep Dasar Sosiologi
1.      Berdasarkan etimologi (kebahasaan/asal kata)Secara kebahasaan nama sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya”kawan” atau ”teman” dan logos, yang artinya ”kata”, ”berbicara”, atau ”ilmu”.Sosiologi berarti berbicara atau ilmu tentang kawan. Dalam hal ini, kawanmemiliki arti yang luas, tidak seperti dalam pengertian sehari-hari, yang manakawan hanya digunakan untuk menunjuk hubungan di anatra dua orang atau lebihyang berusaha atau bekerja bersama. Kawan dalam pengertian ini merupakanhubungan antar-manusia, baik secara individu maupun kelompok, yang meliputiseluruh macam hubungan, baik yang mendekatkan maupun yang menjauhkan, baik yang menuju kerpada bentuk kerjasama maupun yang menunu kepada permusuhan. b. Definisi menurut para ahli sosiologiSecara umum sosiologi dapat diberi batasan sebagai studi tentang kehidupansosial manusia, kelompok dan masyarakat.Berikut dikemukakan definisi sosiologi dari beberapa ahli sosiologi.
a.       Van der Zanden memberikan batasan bahwa sosiologi merupakan studiilmiah tentang interaksi antar-manusia.
b.      Roucek dan Warren mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yangmempelajari hubungan antar-manusia dalam kelompok.
c.       Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yangmempelajari: (1) hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macamgejala sosial, misalnya gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dansebagainya, (2) hubungan dan pengaruh timbal-balik antara gejala sosialdengan gejala nonsosial, misalnya pengaruh iklim terhadap watak manusia, pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi, dan sebagainya, dan (3)ciri-ciri umum dari semua jenis gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat
d.      Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam bukunya yang berjudulSetangkai Bunga Sosiologi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmumasyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial.

Struktur sosial merupakan jalinan atau konfigurasi unsur-unsur sosial yang pokok dalam masyarakat, seperti: kelompok-kelompok sosial, kelas-kelas sosial,kekuasaan dan wewenang, lembaga-lembaga sosial maupun nilai dan norma sosial.Proses sosial merupakan hubungan timbal-balik di antara unsur-unsur atau bidang- bidang kehidupan dalam masyarakat melalui interaksi antar-warga masyarakat dankelompok-kelompok. Sedangkan perubahan sosial meliputi perubahan-perubahanyang terjadi pada struktur sosial dan proses-proses sosial.
B.        Karakteristik Sosiologi
      Sebagai ilmu, sosiologi memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi:
1.      Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealaman ataupun humaniora
2.      Bersifat empirik-kategorik, bukan normatif atau etik; artinya sosiologi berbicara apa adanya tentang fakta sosial secara analitis, bukanmempersoalkan baik-buruknya fakta sosial tersebut. Bandingkan dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
3.      Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum dari interaksi antar-manusiadalam masyarakat, dan juga tentang sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
4.      Merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu pengetahuanterapan (applied science)
5.      Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak atau bersifat teoritis. Dalam halini sosiologi selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasilobservasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori.
C.        Kegunaan Sosiologi dan Peran Sosiologi
Sosiologi dipelajari untuk apa? Dengan pertanyaan lain mengapa kita belajar sosiologi? Pertanyaan-pertanyaan itu dapat dijawab dengan uraian tentang peransosiolog (ahli sosiologi) berikut ini.
Sebenarnya di mana dan sebagai apa seorang sosiolog dapat berkiprah, tidak mungkin dapat dibatasi oleh sebutan-sebutan dalam administrasi okupasi(pekerjaan/mata pencaharian) resmi yang dileluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di beberapa negara telah muncul pengakuan yang kuat terhadap sumbangandan peran sosiolog di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan.Horton dan Hunt (1987) menyebutkan beberapa profesi yang pada umumnya diisioleh para sosiolog.
1.      Ahli riset, baik itu riset ilmiah (dasar) untuk perkembangan ilmu pengetahuan ataupun riset yang diperlukan untuk kepentingan industry(praktis)
2.      Konsultan kebijakan, khususnya untuk membantu untuk memprediksi pengaruh sosial dari suatu kebijakan dan/atau pembangunan
3.      Sebagai teknisi atau sosiologi klinis, yakni ikut terlibat di dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan dalam masyarakat
4.      Sebagai pengajar/pendidik
5.      Sebagai pekerja sosial (social worker)
Di luar profesi yang telah disebutkan oleh Horton dan Hunt tersebut, tentu sajamasih banyak profesi lain yang dapat digeluti oleh seorang sosiolog. Banyak buktimenunjukkan, bahwa dengan kepekaan dan semangat keilmuannya yang selalu berusaha membangkitkan sikap kritis, para sosiologi banyak yang berkarier cemerlang di berbagai bidang yang menuntut kreativitas, misalnya dunia jurnalistik. Di jajaran birokrasi, para sosiolog sering berpeluang menonjol dalamkarier karena kelebihannya dalam dalam visinya atas nasib rakyat.
Seiring dengan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, keterlibatan parasosiolog di berbagai bidang kehidupan akan semakin penting dan sangatdiperlukan. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat akan menuntut penyesuaian dari segenap komponen masyarakat yang menuntut kemampuanmengantisipasi keadaan baru. Para sosiolog pada umumnya unggul dalam hal penelitian sosial, sehingga perannya sangat diperlukan

D.       Metode Sosiologi

1.  Metode Statistik
Banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas serta prasangka pribadi atau sepihak.Penerapan metode ini yang paling sederhana adalah teknik enumerasi (penghitungan).Jawaban pertanyaan responden disusun dalam tabel sehingga diketahui jumlahnya.
2.  Metode Eksperimen
Metode eksperimen dilakukan terhadap dua kelompok.Kelompok pertamamerupakan kelompok eksperimen sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol.Metode ini membandingkan percobaan kedua kelompok tersebut.Duamacam metode metode eksperimen:eksperimen laboratorium dan eksperimenlapangan.
3.  Metode Induktif dan Deduktif
Metode Induktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidahumum dengan mempelajari gejala yang khusus.Adapun metode deduktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah khusus dengan mempelajarigejala khusus,metode deduktif adalah metode yang digunakan untuk memperolehkaidah khusus dengan mempelajari gejala umum.
4.  Metode Survei Lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupanmasyarakat secara langsung dan diperoleh melalui angket,wawancara,ataupunobservasi secara langsung.Persiapan yang dilakukan adalah menentukan populasiyang hendak diteliti sekaligus objek,angket dan bahasa yang dipahami.
5.  Metode Partisipasi
Metode ini digunakan untuk mengadakan penelintian terhadap kepentingankelompok.Peneliti berbaur dalam kehidupan kelompok sambil melakukan pengamatan atau kegiatan penelitiannya tanpa mengungkapkan identitas sebagai peneliti dan tidak boleh terlibat secara emosional terhadap kelompok yangditelitinya.
6.  Metode Empiris dan Rasionalistis
Metode empiris menyandarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakatmelalui penelitian.Metode rasionalistis mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.
7.  Metode Studi Pustaka
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil dataatau keterangan dari buku literatur di perpustakaan.Kelebihannya adalahmemperoleh banyak sumber tanpa perlu biaya,tenaga dan waktu.Akan tetapidibutuhkan kepandaian peneliti untuk mencari buku yang relevan agar dapatdipakai sebagai sumber perolehan data dalam penelitian tersebut.
E.        Konsep-Konsep Dasar tentang Realitas Sosial Budaya
Berikut ini beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat.
1.   Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu danmembina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar normasosial terntentu dalam waktu yang cukup lama.Dari pengerti tersebut dapat dilihat bahwa masyarakat merupakan organisasi manusia yang selalu berhubungan danmemiliki unsur berikut:
a.       Orang-orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi,baik antaraindividu dengan kelompok maupun atarkelompok.
b.      Adanya kerja sama yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat,baik dalam skala kecil(antarindividu) maupun dalam skala luas.
c.       Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadahtempat berlangsungan suatu tata kehidupan bersam
d.      Berlangsung dalam waktu relatif lama ,serta memiliki norma sosial tertentu yangmenjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakatuntuk memenuhi kebutuhannya.
2.  Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antar individu,antara individu dari kelompok dan antarkelompok.
3.  Status dan Peran
Status adalah posisi seseorang dalam masyarakat yang merupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat statis.Peran merupakan pola tindakan dari orang yang memiliki status tertentu danmerupakan aspek masyarakat yang kurang lebih bersifat dinamis.
4   Nilai
Nilai itu adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggotamasyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan.Pergeseran nilai akanmempengaruhi kebiasaan dan tata kelakuan.
5.Norma
Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial,dibuat untuk melaksanakannilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar.Adaempat macam norma yang ada dalam masyarakat antara lain:
a.     Norma agama,yaitu petunjuk hidup yang berupa perintah dan larangan agar manusia berada dalam jalan yang diridhai Tuhan.
b.    Norma adat,yaitu norma yang berkaitan dengan sistem penyelanggaraan hidupyang terjadi secara berulang-ulang karena dibakukan dan diyakini.
c.     Norma kesusilaan dan kesopanan,yaitu tuntutan perilaku yang harus dipatuhioleh setiap warga masyarakat.Norma ini memiliki substansi pokok mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain.
d.     Norma huku,yaitu norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga berwenang pidana.
6.  Lembaga Sosial
Menurut Paul B.Horton dan Chester L Hunt,lembaga adalah sistem hubungansosial yang terorganisir dan mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umu tertentu danmemenuhi kebutuhan dasar masyarakat.Lembaga merupaka satu sistem normauntuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting.
7.  Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah masyarakat.Melalui proses sosialisasi ,seorang individu akan memperoleh pengetahuan,nilai-nila dan norma-norma yang akan membekalinya dalam proses pergaulan.
8  .Perilaku Menyimpang
Merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dannilai yang berlaku.
9.  Pengendalian Sosial
Setiap masyarakat menginginkan adanya suatu ketertiban agar tata hubunganantarwarga masyarakat dapat berjalan secara tertib dan lancar,untuk kepentinganini masyarakat membuat norma sebagai pedoman yang pelaksanaannyamemerlukan suatu bentuk pengawasan dan pengendalian.
10.  Proses Sosial
Proses sosial merupakan proses interaksi dan komunikasi antarkomponenmasyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan.Dlama suatu proses sosial terdapat komponen-komponen yang saling terkait satu samalain,yaitu:
a.  Struktur sosial,yaitu susunan masyarakat secara komprehensif yang menyangkutindividu ,tata nilai,dan struktur budayanya.
b.  Interaksi Sosial,yaitu keseluruhan jalinan antarwarga masyarakat.c.Struktur alam lingkungan yang meliputi letak,bentang alam,iklim,flora danfauna.Komponen isi merupakan salah satu komponen yang turut mempengaruhi bagaimana jalannya proses sosial dalam suatu masyarakat.
11.  Perubahan Sosial Budaya
Perubahan Sosial adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanyaketidaksesuaian di antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.
12  .Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil cipta,rasa dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.Dalam arti luas,kebudayaan merupakan segala sesuatu yang ada dimuka bumi yang keberadaannya diciptakan oleh manusia.Dibentuk oleh:
a. artefak,yaitu benda hasil karya manusia
b. sistem aktivitas,seperti berbagai jenis tarian,olahraga,kegiatan sosial,ritual
c.  sistem ide atau gagasan,yaitu pola pikir yang ada di dalam pikiran manusia.

 

G.       Hubugan antara Berbagai Konsep Realitras Sosial Budaya
Realitas social budaya mengandung arti kenyataan-kenyataan social budaya disekitar lingkungan masyarakat tertentu. Misalkan di jalan raya kamu melihat orang berlalu-lalang, baik yang mengendarai kendaraan bermotor atau para pejalan kaki.Contoh tersebut dikenal sebagai realitas social di masyarakat. Sebagai kumpulanmahluk yang dinamis, kita senantiasa menemukan realitas social dalammasyarakat
.Masyarakat terbentuk karena manusia menggunakan pikiran, perasaan dankeinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini terjadikarena manusia mempunyai dua kinginan pokok yaitu, keinginan untuk menjadisatu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkunganalamnya.Menurut Soerjono Soekanto, merumuskan beberapa ciri masyarakat sebagai berikut:Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Tingkatan hidup bersamaini bisa dalam dimulai dari kelompok
  • Hidup bersama untuk waktu yang cukup lama. Dalam hidup bersama ini akanterjadi interaksi. Interaksi yang berlangsung terus menerus akan melahirkan sisteminteraksi yang akan nampak dalam peraturan-peraturan yang mengatur hubunganantara manusia
  •  Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
  •  Mereka merupakan satu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersamamenimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terkaitsatu dengan yang lainnya.
  1. Masyarakat sebagai system social
  1. Sistem social  
  • Sistem social Adalah suatu system yang terdiri dari elemen-elemen social yangterdiri dari ; tindakan social yang dilakukan individu yang berinteraksi satu denganlainnya dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial.Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut
     2.   Struktur social
  • Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat di dalamsatuan sosial, ditambah  nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antar status dan peran sosial. Didalam struktur sosial terdapat unsur-unsur sosial,kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Unsur-unsur sosialterbentuk, berkembang, dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat melalui proses sosial. Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidangkehidupan dalam masyarakat dan memahami norma-norma yang berlaku.

3.  Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku masyarakat yang terorganisir secarasosial. Dengan kata lain, organisasi sosial merupakan jaringan hubungan antar warga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dan dalam waktu yangrelatif lama. Di dalam organisasi sosial terdapat unsur-unsur seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga sosal, peranan dan kelas-kelas sosial.
Kelompok sosial adalah kumplan orang yang memiliki kesadaran bersama akankeanggotaan dan saling berinteraksi.
Klasifikasi kelompok sosial menurut Robert Bierstedt :
a.       kelompok sosial yang teratur:
1.      in-group dan out-group
In-group adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinyadalam kelompok tersebut, biasa disebut dengan ”kita”. Sifat in-group biasanya didasarkan pada faktkor simpati dan kedekatan dengan anggota kelompok. Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu sebagai lawan in-groupnya, biasanya dikenal dengan “mereka”.
2.      kelompok primer dan sekunder
Menurut Cooley kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanyamemiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng, contohnya keluarga. Sedangkankelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara,dibentuk untuk tujuan tertentu dan hubungan antar anggota bersifat impersonalsehingga biasanya tidak langgeng, misalnya, kesebelasan sepak bola.
3.      paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat olehhubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Hubungannya didasari olehrasa cinta dan rasa kesatuan batin yang telah ditakdirkan. Bentuk ini dapat ditemuidalam keluarga, kelompok kekerabatan. Paguyuban mempunyai ciri-ciri hubungan akrab, bersifat pribadi dan eklusif.

 

Menurut Ferdinand Tonnies, di masyarakat selalu dijumpai salah satu dari tiga tipe paguyuban, yaitu :
a.  Paguyuban karena ikatan darah, seperti keluarga, kekerabatan, kesukuan,danlain-lain
b. Paguyuban karena tempat, seperti rukun tetangga, rukun warga, dan lain-lain.
c.  Paguyuban karena pikiran/ideologi, seperti pergerakan mahasiswa, parta politik,dan lain-lain.
4.  kelompok formal dan informal
Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dansengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya.Contohnya, birokrasi, perusahaan, negara
 Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti,terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi pertemuankepentingan dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan kelompok terdekat atau pertemanan).
5.  Membership  group dan Reference  group
     Membership group adalah suatu kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggotanya.
Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya.
a.    Kelompok sosial yang tidak teratur yaitu, kerumunan dan publik.Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secarakebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan.Publik adalah orang-orang yang berkumpul yang mempunyai kesamaankepentingan.Peranan adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengankedudukannya
.
1.      Dinamika Sosial
      Dinamika sosial adalah penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadididalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya, meliputi pengendalian sosial, penyimpangan sosial, mobilitas sosial, dan perubahan sosial.
2.      Masalah Sosial
      Masalah sosial adalah gejala atau fenomena sosial yang tidak sesuai antara apayang dikehendaki masyarakat dengan apa yang terjadi. Beberapa masalah sosial penting yang sering muncul dalam kehidupan di masyarakat diantaranya;kemiskinan, kejahatan, disorganisas keluarga, masalah remaja, masalah kelainanseksual dan masalah kependudukan.
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
  • Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial. yang meliputi pula perubahan-perubahan sosial
  • sosiologi sebagai ilmu sosial dikarenakan pusat perhatiannya pada segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umumnya.
  • sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan kemasyarakatan yang kategoris, murni, abstak, dan berusaha memberi pengertian pengertian umum, rasional, dan empiris, serta bersifat umum
  • untuk mempelajari masyarakat sebagai obyek dari sosiologi, maka sosiologi mempergunakan beberapa cara kerja atau metode-metode yang juga di pergunakan oleh ilmu-ilmu yang lain, yaitu:
  1. metode kualitatif
  2. metode kuantitatif
  3. metode induktif
  4. metode deduktif
  5. metode fungsional
Saran
Dalam hal bersosialisasi sebaiknya mahasiswa ikut aktif dalam organisasi yang bisa mengasah softskill kita, dan berperan aktif dalam masyarakat, sehingga kita akan peka pada suatu kondisi sosial masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
  1. http://www.scribd.com/doc/57691924/makalah-sosiologi-sebagai-ilmu
  2. http://pelangi-sosiologisma.blogspot.com/
  3. http://tiga-angka-enam.blogspot.com/2011/01/pentingnya-isd-ilmu-sosial-dasar-bagi.html
  4. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_sosiologi_dan_ilmu_sosial_dasar/bab1_ruang_lingkup_sosiologi.pdf
  5. http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/11/sosial-dasar-dalam-bidang-sosiologi.html

Perilaku Sosial

Perilaku Sosial

 

a. Pengertian Perilaku Sosial

Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan  keharusan untuk menjamin keberadaan manusia  (Rusli Ibrahim, 2001). Sebagai bukti bahwa manusia dalam memnuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain.Ada ikatan  saling ketergantungan diantara satu orang  dengan yang lainnya.   Artinya bahwa kelangsungan  hidup manusia berlangsung dalam  suasana saling mendukung  dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut  mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.

Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam  Rusli  Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal  balik  antar pribadi. Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam  Rusli  Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain. Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang yang melakukannya  dengan tekun,  sabar dan selalu mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara di pihak lain, ada orang yang  bermalas-malasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari  untung sendiri.

Sesungguhnya yang menjadi dasar dari uraian di atas adalah bahwa pada  hakikatnya manusia adalah makhluk sosial (W.A. Gerungan, 1978:28). Sejak  dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi social diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual.   Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi sosial  maka manusia tidak  dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi itu pada awalnya  dapat  diketahui  dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.  Pada aspek  eksternal situasi sosial memegang pernana  yang cukup penting. Situasi  sosial diartikan  sebagai  tiap-tiap situasi di  mana terdapat saling  hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain (W.A. Gerungan,1978:77). Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi social dapatlah dikatakan sebagai  situasi sosial. Contoh situasi sosial  misalnya  di lingkungan  pasar, pada saat rapat, atau dalam  lingkungan pembelajaran pendidikan jasmani.

b. Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Sosial

Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu :

  1. Perilaku dan karakteristik orang lain

Jika  seseorang lebih sering bergaul dengan  orang-orang yang memiliki karakter santun, ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya. Sebaliknya, jika ia bergaul dengan orang-orang berkarakter sombong, maka ia akan terpengaruh oleh perilaku seperti itu.  Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa karena ia akan emberikan pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perbuatan.

b.   Proses kognitif

Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide, keyakinan dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. Misalnya seorang calon  pelatih yang terus  berpikir agar kelak dikemudian hari menjadi pelatih  yang baik, menjadi idola  bagi atletnya dan orang lain  akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya dalam perilaku sosialnya. Contoh lain misalnya seorang  siswa karena selalu  memperoleh tantangan dan pengalaman sukses  dalam pembelajaran penjas maka ia memiliki sikap positif terhadap aktivitas jasmani  yang ditunjukkan oleh  perilaku sosialnya yang akan mendukung teman-temannya untuk beraktivitas jasmani dengan benar.

c.  Faktor lingkungan

Lingkungan  alam  terkadang dapat  mempengaruhi  perilaku  sosial  seseorang.Misalnya orang yang berasal dari daerah pantai atau pegunungan yang terbiasa berkata dengan keras, maka perilaku sosialnya seolah    keras pula, ketika berada di lingkungan masyarakat  yang terbiasa  lembut dan halus dalambertutur kata.

d.     Tatar Budaya sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi

Misalnya, seseorang yang berasal dari etnis budaya tertentu mungkin  akanterasa berperilaku sosial aneh ketika berada dalam  lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau  berbeda. Dalam  konteks pembelajaran pendidikan  jasmani  yang terpenting adalah untuk saling menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak.

c. Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial

Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat  pula  ditunjukkan oleh sikap sosialnya.  Sikap menurut Akyas Azhari (2004:161) adalah “suatu cara bereaksiterhadap suatu perangsang tertentu. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap  obyek sosial yang menyebabkan terjadinya  cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu obyek sosial (W.A. Gerungan, 1978:151-152).

Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang  dapat  teramati ketika  seseorang berinteraksi dengan orang lain.  Seperti dalam  kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku  sosial seseorang yang menjadi  anggota kelompok akanakan terlihat jelas diantara anggota kelompok yang lainnya. Perilaku sosial dapat  dilihat  melalui sifat-sifat  dan pola respon antarpribadi, yaitu :

1.   Kecenderungan Perilaku Peran

a.      Sifat pemberani dan pengecut secara sosial

Orang yang memiliki  sifat  pemberani  secara sosial, biasanya dia  sukamempertahankan dan membela haknya, tidak malu-malu atau tidak seganmelakukan sesuatu  perbuatan yang  sesuai norma di masyarakat dalam mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. Sedangkan sifatpengecut menunjukkan perilaku atau keadaan sebaliknya, seperti kurang  suka mempertahankan haknya, malu dan  segan berbuat  untukmengedepankan kepentingannya.

b.      Sifat berkuasa dan sifat patuh

Orang yang  memiliki  sifat  sok berkuasa dalam  perilaku sosial biasanya ditunjukkan  oleh perilaku seperti bertindak tegas, berorientasi  kepada kekuatan, percaya  diri,  berkemauan keras, suka memberi perintah dan  memimpin  langsung.  Sedangkan sifat yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang  sebaliknya,  misalnya  kurang tegas dalam  bertindak, tidak  suka memberi perintah dan tidak  berorientasikepada kekuatan dan kekerasan.

c.      Sifat inisiatif secara sosial dan pasif

Orang yang memiliki  sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi  kelompok, tidak sauka mempersoalkan latar belakang, suka memberi  masukan atau saran-saran dalam berbagai pertemuan, dan biasanya suka  mengambil alih kepemimpinan. Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial  ditunjukkan oleh perilaku yang bertentangan dengan sifat orang yang aktif, misalnya perilakunya yang dominan diam, kurang berinisiatif, tidak suka memberi saran atau masukan.

d.      Sifat mandiri dan tergantung

Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya membuat segala sesuatunya  dilakukan oleh dirinya sendiri, seperti membuat rencana sendiri, melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri, tidak suak berusaha mencari nasihat atau  dukungan dari orang lain, dan secara emosiaonal  cukup stabil. Sedangkan sifat  orang  yang ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku  sosial sebaliknya dari sifat orang mandiri, misalnya  membuat  rencana  dan melakukan segala sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain, dan keadaan emosionalnya relatif labil.

2. Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial

a.      Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain

Orang yang memiliki  sifat dapat  diterima oleh orang lain biasanya  tidak  berprasangka buruk terhadap orang lain, loyal, dipercaya, pemaaf dan tulus menghargai  kelebihan  orang lain. Sementara  sifat orang yang ditolak biasanya suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain.

b.      Suka bergaul dan tidak suka bergaul

Orang yang suka bergaul biasanya  memiliki  hubungan sosial  yang baik,  senang bersama dengan yang lain dan senang bepergian. Sedangkan orang  yang tidak suak bergaul menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya.

c.      Sifat ramah dan tidak ramah

Orang yang ramah biasanya periang, hangat, terbuka, mudah didekati orang,dan suka bersosialisasi. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya.

d.  Simpatik atau tidak simpatik

Orang yang memiliki sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain, murah hati dan suka membela orang tertindas.Sedangkan orang yang tidak simpatik  menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya.

3. Kecenderungan perilaku ekspresif

a. Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerjasama)

Orang yang  suka bersaing biasanya menganggap hubungan  sosial sebagai perlombaan, lawan adalah saingan yang harus dikalahkan, memperkaya dirisendiri. Sedangkan orang yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifatyang sebaliknya

b. Sifat agresif dan tidak agresif

Orang yang  agresif  biasanya suka menyerang orang lain  baik langsungataupun tidak  langsung, pendendam, menentang atau  tidak patuh  padapenguasa, suka bertengkar  dan suka menyangkal. Sifat orang yang tidak agresif menunjukkan perilaku yang sebaliknya.

c. Sifat kalem atau tenang secara sosial

Orang yang  kalem  biasanya  tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain, mengalami kegugupan, malu, ragu-ragu, dan merasa terganggu jika ditontonorang.

d.  Sifat suka pamer atau menonjolkan diri

Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan, suka mencari pengakuan, berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain.

 

Perilaku Sosial Individu Menurut Krech, et.al.

Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.

Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).

Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar, yaitu :

1. Ascendance-Social Timidity,

Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri, dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain, terutama yang belum dikenal.

2. Dominace-Submissive

Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain, dengan arah berlawanannya kecenderungansubmissive, yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain.

3. Social Initiative-Social Passivity

social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain, dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh.

4. IndependentDepence

Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain, dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain.

Dengan demikian, perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial; (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya; (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial; (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain; (3) pasif dalam mengelola kelompok; dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.

Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional, pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau

Sementara itu, Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut :

Tahap

Ciri-Ciri

Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3)
Subyektif

Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri

Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter

Pembantah, keras kepala

Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju
Masa Obyektif

Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan

Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif

Membandingkan dengan aturan – aturan

Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber

Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji

Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju
Masa Obyektif

Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya

Remaja Akhir  ( 16 – 18 )
Masa Obyektif

Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya

Paradigma Perilaku Sosial

B.F Skinner mencoba menerjemahkan prinsip-prinsip psikologi aliran behaviorisme kedalam sosiologi.
Skinner melihat kedua paradigma fakta sosial dan definisi sosial sebagai perspektif yang bersifat mistik, dalam arti mengandung sesuatu persoalan yang bersifat teka-teki, tidak dapat diterangkan secara rasional.
Dalam bukunya Beyond Freedom and Dignity, Skinner menyerang langsung paradigma definisi sosial dan secara tidak langsung terhadap paradigma fakta sosial. Konsep kultur yang didefinisikan oleh paradigma fakta sosial dinilai mengandung ide yang bersifat tradisional khususnya mengenai nilai-nilai sosial. Menurutnya pengertian kultur yang diciptakan itu tidak perlu disertai dengan unsur mistik seperti ide dan nilai sosial itu. Alasannya karena orang tidak dapat melihat secara nyata ide dan nilai-nilai dalam mempelajari masyarakat.
Kebudayaan adalah tingkah laku yang terpola. Yang diperlukan adalah pemahaman terhadap kemungkinan penguatan penggunaan paksa.
Skinner berusaha menghilangkan konsep voluntarisme Parson. Menurut Skinner, pandangan yang menganggap manusia mempunyai bagian dalam yang serba bebas adalah pandangan yang bersifat mistik dan berstatus metafisik sehingga harus disingkirkan dari dalam ilmu sosial. Pandangan yang menilai manusia mempunyai bagian dalam yang menentukan tindakannya itu hanya diperlukan untuk menerangkan sesuatu yang memang belum mampu diterangkan melalui berbagai cara yang ada. Eksistensinya tergantung kepada ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk menerangkannya. Dalam hal ini Paradigma Perilaku Sosial menyanggupi untuk menerangkannya.

POKOK PERSOALAN
Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial. Pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannnya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku.
Bagi paradigma perilaku sosial, individu kurang sekali memiliki kebebasan. Tanggapan yang diberikannya ditentukan oleh sifat dasar stimulus yang datang dari luar dirinya. Jadi tingkah laku manusia lebih bersifat mekanik.

 

TEORI-TEORI
Ada dua teori yang termasuk kedalam paradigma perilaku sosial :
1. Teori Behavioral Sociology
Teori ini dibangun dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip psikologi perilaku kedalam sosiologi. Memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara akibat dan tingkah laku yang terjadi didalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor. Konsep dasar Behavioral sociology adalah reenforcement yang berarti ganjaran (reward). Tidak ada sesuatu yang melekat dalam obyek yang dapat menimbulkan ganjaran. Perulangan tingkah laku tidak dapat dirumuskan terlepas dari efeknya terhadap perilaku itu sendiri.
2. Teori Exchange
Tokoh utamanya George Homan. Teori ini dibangun sebagai reaksi terhadap paradigma fakta sosial, terutama menyerang ide Durkheim secara langsung dari tiga jurusan
                a. Pandangan tentang emergence
Homan mengakui bahwa selama berlangsungnya proses interaksi, timbul suatu fenomena          baru. Menurutnya untuk menerangkan fenomena yang timbul dari proses interaksi tidak   diperlukan proposisi baru lagi.
                b. Pandangan tentang psikologi
Sosiologi pada akhir abad 19 masih merupakan anak angkat psikologi. Sosiologi dewasa ini            sudah berdiri sendiri.
                c. Metode penjelasan dari Durkheim
Menurut Durkheim obyek studi sosiologi adalah barang sesuatu dan sesuatu yang dianggap        sebagai barang sesuatu. Barang sesuatu ini dapat diterangkan bila dapat ditemukan faktor-        faktor penyebabnya. Menurut Homan fakta-fakta sosial tertentu yang selalu menjadi penyebab dari fakta sosial yang lain belum merupakan suatu penjelasan. Yang perlu           dijelaskan adalah hubungan antara penyebab dan akibat dari hubungan itu selalu             diterangkan oleh proposisi psikologi. Keterangannya mestilah bersifat psikologi, artinya harus       diterangkan melalui pendekatan perilaku (behavioral). Menurut Homan variabel-variabel                psikologi selalu menjadi variabel perantara (intervening variables) diantara dua fakta sosial.

METODE
Paradigma perilaku sosial lebih banyak menggunakan metode eksperimen dalam penelitiannya. Keutamaan metode eksperimen ini adalah memberikan kemungkinan terhadap peneliti untuk mengontrol dengan ketat obyek dan kondisi disekitarnya. Memungkinkan pula untuk membuat penilaian dengan tingkat ketepatan yang tinggi terhadap efek dari perubahan-perubahan tingkah laku aktor yang ditimbulkan dengan sengaja didalam eksperimen itu.

Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.

Macam kelompok sosial

Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial

Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:

  • Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
  • Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
  • Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
  • Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negarasekolah.

Faktor pembentuk

Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.

Kedekatan

Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang salingberinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.

Kesamaan

Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.

Pembentukan norma kelompok

Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.

Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.

 

Referensi :

1. file.upi.edu

2. akhmadsudrajat.wordpress.com

  • Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.
  • Krech et.al.1962. Individual in Society. Tokyo : McGraw-Hill Kogakasha.

3. henriprihantono.blogdetik.com (george ritzer,sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda.)

4. id.wikipedia.org

5. http://dendibatinova.wordpress.com/2011/10/17/perilaku-siosial/ 

 

 

Sistem Terstruktur (DFD dan ERD)

Pemrograman Terstruktur

Dalam pemrograman yang terstruktur, pendekatan pembuatan program adalah dengan menganut konsep “top-down”. pada konsep ini, program dimulai dengan gambaran global, yang dinyatakan dengan nama-prosedur (sub-rutin) dan bukan isi detailnya. Selanjutnya prosedur sendiri bisa dipecah-pecah lagi menjadi prosedur yang lain. Konsep ini sangat memudahkan dalam pemodifian program.

Bahasa pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat menggunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan.

Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.

Kontrol program terstruktur (Tiga tipe Bahasa pemrograman terstruktur):

  1. Terurut (sequence)
  2. Pilihan (selection/conditional)
  3. Pengulangan (repetition – loop)

Prinsip pemrograman terstruktur:

ü  Pendekatan rancangan dari atas ke bawah (top down design),

ü  Bagi program ke dalam modul-modul logika yang sejenis,

ü  Gunakan sub-program untuk proses sejenis yang sering digunakan,

ü  Gunakan pengkodean terstruktur: (IF – THEN, DO-.. WHILE ),

ü  Hindarkan penggunaan perintah GO TO bila tidak diperlukan,

ü  Gunakan nama-nama bermakna (mnemonic names), dan

ü  Buat dokumentasi yang akurat dan berarti.

Gaya penulisan program terstruktur:

  • Menggunakan indentasi sehingga jelas struktur dan kontrol program.
  • Memudahkan pembacaan, pemahaman, penelusuran kesalahan dan pembuatan koreksi.


Data Flow Diagram

                Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut.

Kita dapat menggunakan DFD untuk dua hal utama, yaitu untuk membuat dokumentasi dari sistem informasi yang ada, atau untuk menyusun dokumentasi untuk sistem informasi yang baru.

Empat simbol yang digunakan :

Ada 3 (tiga) jenis DFD, yaitu ;

  • Context Diagram (CD)
  • DFD Fisik
  • DFD Logis

DFD Level

DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. Huruf n dapat menggambarkan level dan proses di setiap lingkaran.

  • Diagram Context
  • Diagram Level n

–        DFD Logis

–        DFD Fisik

Context Diagram (CD)

Jenis pertama Context Diagram, adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail, dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal. (CD menggambarkan sistem dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam sistem).

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggambar CD;

  • Terminologi sistem :

–        Batas Sistem adalah batas antara “daerah kepentingan sistem”.

–        Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang berhubungan atau mempengaruhi sistem tersebut.

–        Interface adalah aliran yang menghubungkan sebuah sistem dengan linkungan sistem tersebut.

Sebagai contoh, dalam gambar 1.

  • Menggunakan satu simbol proses,

Catatan:

Yang masuk didalam lingkaran konteks (simbol proses) adalah kegiatan pemrosesan informasi (Batas Sistem). Kegiatan informasi adalah mengambil data dari file, mentransformasikan data, atau melakukan filing data, misalnya mempersiapkan dokumen, memasukkan, memeriksa, mengklasifikasi, mengatur, menyortir, menghitung, meringkas data, dan melakukan filing data (baik yang melakukan secara manual maupun yang dilakukan secara terotomasi).

  • Nama/keterangan di simbol proses tersebut sesuai dengan fungsi sistem tersebut,
  • Antara Entitas Eksternal/Terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung
  • Jika terdapat termintor yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( #  ).
  • Jika Terminator mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dipermainkan personil tersebut.
  • Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.

Diagram Level n / Data Flow Diagram Levelled

Dalam diagram n DFD dapat digunakan untuk menggambarkan diagram fisik maupun diagram diagram logis. Dimana Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Context Diagram ke dalam komponen yang lebih detail tersebut disebut dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Sebagai contoh, gambar 1.1, gambar 1.2, gambar 1.3, gambar 1.4 dan gambar 1.5.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat DFD ialah:

–        Pemberian Nomor pada diagram level n dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam sepesifikasi proses yang jelas. Sehingga  seandainya belum cukup jelas  maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah.
  • Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu.
  • Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level  yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Selain itu, karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga.
  • Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down.
  • Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level n harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level n+1. Dimana level n+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level n tersebut.
  • Penyimpanan yang muncul pada level n harus didefinisikan kembali pada level n+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level n tidak harus muncul pada level n-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal.
  • Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi, cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem, dan menyebabkan sistem kita memberikan respon.

–        Jangan menghubungkan langsung antara satu penyimpanan dengan penyimpanan lainnya (harus melalui proses).

–        Jangan menghubungkan langsung dengan tempat penyimpanan data dengan entitas eksternal / terminator (harus melalui proses), atau sebaliknya.

–        Jangan membuat suatu proses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah “black hole”.

–        Jangan membuat suatu tempat penyimpanan menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses.

–        Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah “magic process”.

–        Jika terdapat terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( #  ), begitu dengan bentuk penyimpanan.

–        Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda.

DFD Fisik

Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukan entitas-entitas internal dan eksternal dari sistem tersebut, dan aliran-aliran data ke dalam dan keluar dari entitas-entitas tersebut. Entitas-entitas internal adalah personel, tempat (sebuah bagian), atau mesin (misalnya, sebuah komputer) dalam sistem tersebut yang mentransformasikan data. Maka DFD fisik tidak menunjukkan apa yang dilakukan, tetapi menunjukkan  dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sebuah sistem dilakukan. (Tidak Bahas).

Perlu diperhatikan didalam memberikan keterangan di lingkaran-lingkaran (simbol proses) dan aliran-aliran data (simbol aliran data) dalam DFD fisik menggunakan label/keterangan dari kata benda untuk menunjukan bagaimana sistem mentransmisikan data antara lingkaran-lingkaran tersebut.

Misal :

Aliran Data          : Kas, Formulir 66W, Slip Setoran

Proses                  : Cleck Penjualan, Kasir, Pembukuan, dll.

DFD Logis

Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukkan proses-proses dalam sistem tersebut dan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar dari proses-proses tersebut. Kita menggunakan DFD logis untuk membuat dokumentasi sebuah sistem informasi karena DFD logis dapat mewakili logika tersebut, yaitu apa yang dilakukan oleh sistem tersebut, tanpa perlu menspesifikasi dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sistem tersebut dilakukan.

Keuntungan dari DFD logis dibandingkan dengan DFD fisik adalah dapat memusatkan perhatian pada fungsi-funsi yang dilakukan sistem.

Perlu diperhatikan di dalam pemberian Keterangan/ Label;

  • Lingkaran-lingkaran (simbol proses) menjelaskan apa yang dilakukan sistem

Misal : Menerima Pembayaran, Mencatat Penjualan, Membandingkan kas dan Daftar Penerimaan, Mempersiapkan Setoran, dll.

  • Aliran-aliran data (simbol aliran data) menggambarkan sifat data.

Misal :   Pembayaran (bukan “Cek”, “Kas”, “ Kartu Kredit”

Jurnal Penjualan (bukan “Buku Penjualan”), dll

Usulan dari analis ( berupa DFD dalam bab 4 ), beberapa hal yang umum yang mendapat perhatian dalam mendesain baru tersebut ialah:

  • Menggabungkan beberapa tugas menjadi Satu
  • Master Detail Update
  • Meminimalkan tugas-tugas yang tidak penting
  • Menghilangkan tugas-tugas yang duplikat
  • Menambahkan proses baru
  • Meminimalkan proses input
  • Menetapkan bagian mana yang harus dikerjakan komputer dan bagian mana yang harus dikerjakan manual

Entity Relation Diagram

                Diagram Hubungan Entitas atau entity relation diagram merupakan model data berupa notasigrafis dalam pemodelan data konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan entitas ditemukan oleh Peter Chen dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dariperangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas.

Kegunaan

Diagram hubungan entitas digunakan untuk mengkonstruksikan model data konseptual, memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan mengimplementasikan basis data secara logika maupun secara fisik denganDBMS (Database Management system). Dengan diagram hubungan entitas ini kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Diagram hubungan entitas dapat membantu dalam menjawab persoalan tentang data yang diperlukan dan bagaimana data tersebut saling berhubungan.

Symbol

Entitas

Entitas adalah suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat. Sebagai contoh pelanggan, pegawai dll. Seandainya A adalah seorang pegawai maka A adalah isi dari pegawai, sedangkan jika B adalah seorang pelanggan maka B adalah isi dari pelanggan. Karena itu harus dibedakan entitas sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi entitas seperti A dan B dalam contoh di atas.

  • Fisik Entitas

Entitas yang bersifat fisik. Contoh : pegawai, guru, dan karyawan.

  • Konsep Entitas

Entitas yang tidak bersifat konsep. Contoh: gaji,sekolah

  • Entitas Kuat

Entitas yang mempunyai atribut kunci. Entitas ini bersifat mandiri, keberadaanya tidak bergantung pada entitas lainnya. Percepatan entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut identifier (sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain).

Kebanyakan entitas dalam suatu organisasi dapat digolongkan sebagai entitas kuat (strong entity) yaitu entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Instansiasi entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik (dinamakan identifier atau sering disebut sebagai atribut pengidentifikasi) yaitu, sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain.

  • Entitas Lemah

Entitas yang tidak mempunyai atribut kunci. Entitas lemah diidentifikasikan dengan menghubungkan entitas tertentu dari tipe entitas yang lain ditambah atribut dari entitas lemah. Tipe entitas lain yang dipakai untuk mengidentifikasikan suatu entitas lemah disebut identifying owner dan relasi yang menghubungkan entitas lemah dengan owner disebut identifying relationship Contoh entitas pegawai

Atribut

Entytas mempunyai elemen yang disebut atribut, dan berfungsi mendekripsikan karakter dari entitas. Atribut adalah properti atau karakteristik yang dimiliki oleh suatu entitas dimana properti atau karakteristik itu bermakna atau berarti bagi organisasi atau perusahaan, misalnya untuk pencatatan data pegawai di suatu instansi, entitas pegawai mungkin memiliki atribut-atribut nomor induk pegawai, nama, alamat, nomor telepon, gaji pokok dan lainnya. Setiap diagram hubungan entitas bisa terdapat lebih dari satu atribut. Atribut digambarkan dalam bentuk elips.Entitas memiliki himpunan atribut yang berasosiasi dengannya.

Macam-Macam Atribut

Atribut terdiri dari atribut sederhana atau atormis, atribut komposit, atribut berharga tunggal. atribut null-value, atribut kunci, atribut bernilai banyak dan atribut turunan. Masing-masing atribut memiliki ciri tersendiri. Atribut atormis tidak dapat dibagi-bagi menjadi atribut yang sederhana. Atribut komposit adalah atribut yang dapat dipecah menjadi atribut lain, misalnya atribut alamat dapat dipecah menjadi atribut jalan, kecamatan, kelurahan,kota serta kode pos. atribut komposit digunakan pada database untuk kemudahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu dalam database atribut berharga tunggal mempunyai satu harga untuk entitas tertentu, atribut null-value tidak mempunyai nilai, atribut kunci merupakan atribut unik dari suatu entitas dan nilai dari atribut kunci akan berbeda untuk masing-masing entitas.atribut bernilai banyak adalah atribut yang entitasnya lebih dari satu, misalnya adalah atribut hobi. Atribut hobi ini bisa terdiri dari atribut berenang, atribut voli dan atribut berbelanja.atribut turunan merupakan atribut yang didapat dari atribut lainnya.Pada entitas pegawai terdapat atribu nomor induk yang biasanya terkandung nilai tahun masuk, misalnya NIP =5195025, berarti Pegawai yang bersangkutan masuk pada tahun 1995), maka jika kita tambahkan atribut Lama_Kerja pada entitas Pegawai, atribut Lama_Kerja dapat kita hitung dengan cara mengurangkan tahun dimana perhitungan dilakukan (katakanlah 2005) dengan tahun mahasiswa yang bersangkutan masuk ke Instansi (Hasilnya 10 tahun).

Hubungan Relasi

Relasi adalah hubungan antara suatu himpunan dengan himpunan entitas yang lainnya. Pada penggambaram diagram hubungan entitas, relasi adalah perekat yang menghubungkan suatu entitas dengan entitas lainnya. Relasi merupakan hubungan yang berarti antara suattu entitas dengan entitas lainnya. Frasa ini berimplikasi bahwa relasi mengijinkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan suatu entits dengan lainya. Hubungan dibedakan antar bentuk hubungan antar entitas dengan isi. Misalnya kasus hubungan antara entitas pegawai dan entitas bagian adalah jam kerja, sedangkan isi hubungannya dapat berupa total jam kerja, gaji lembur. Relasi digambarkan dalam bentuk intan. Pada model data relasi hubungan antar data dihubungkan dengan kunci relasi. Tipe hubungan di antara beberapa buah tipe entitas adalah kumpulan dari relasi di antara entitas-entitas dari tipe entitas tersebut.

Karakteristik dari Relasi

Relasi mempunyai karakteristik terdiri dari kumpulan tuple-tuple, urutan dari tuple-tuple merepresenrasikan data pada tingkat abstrak logis dan urutam data dianggap penting.

Batas Keikutsertaan ( Participation onstrain)

Batas keikutsertaan dari relasi terdiri dari total, parsial, satu ke satu, satu ke banyak atau banyak ke satu, dan banyak ke banyak. Batas total menunjukkan pada semua elemen, misalnya semua karyawan harus bekerja pada suatu departemen. Batas parsial menunjukkan pada suatu entitas tertentu hanya berhubungan dengan satu entitas yang lain. Batas satu ke satu menunjukkan pada atribut kunci pada derajat relasi dapat ditempatkan pada salah satu entitas. Batas satu ke banyak menunjukkan attribut kunci pada derajat relasi ini hanya dapat dimasukan sebagai atribut dari tipe entitas pada sisi N dan batas banyak ke banyak menunjukkan sejumlah entitas berhubungan dengan sejumlah entitas B. Atribut ini harus tetap di nyatakan sebagai atribut relasi dan tidak dapat digabungkan pada salah satu entitas yang terlibat.

Model Relasional

Model relasional adalah model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara data-data. Setiap tabel memiliki sejumlah kolom, setiap kolom memiliki nama yang unik. Model relasional memiliki struktur record berformat tertentu dimana masing-masing isinya memiliki tipe-tipe yang berbeda (Misalnya tipe data untuk nomor induk pegawai adalah string, tentu berbeda dengan tipe data untuk nama [misalnya: string] yang panjangnya tidak ditentukan, bergantung pada komputer tempat aplikasi diimplementasikan.


Referensi :

  1. Murdick,et al. 1984. Information System for Modern Management. Prentice Hall Int
  2.  Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Tehnologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek
  3. Silberschatz,et al. 2003. Operating system Concept. John Willey & Sons,Inc.
  4.  Kadir, Abdul. Pemrograman Dasar Cobol untuk IBM PC. Yogyakarta: ANDI, 1991.
  5. mti.ugm.ac.id
  6.  en.wikipedia.org
  7. www.slideshare.net
  8. pcbolong.blogspot.com
  9. http://data.tp.ac.id
  10. http://dendibatinova.wordpress.com/2011/10/17/sistem-terstruktur-dfd-dan-erd/

Previous Older Entries